Haidar Sebut Inovasi Menkeu Purbaya Baru Sebatas Motor Sektor Riil

Perlu Rambu Tata Kelola

Haidar Sebut Inovasi Menkeu Purbaya Baru Sebatas Motor Sektor Riil
Ir. R Haidar Alwi
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, mengapresiasi langkah Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, yang berani mengalihkan dana idle pemerintah dari Bank Indonesia ke bank umum.

Menurutnya, kebijakan ini tidak bisa dipandang sekadar urusan bunga 4 persen atau instrumen teknis moneter, melainkan sinyal bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan terobosan nyata bagi rakyat dan dunia usaha.

“Kita harus mendukung keberanian Menteri Purbaya yang mencari jalan baru untuk menambah pendapatan negara. Namun, dukungan ini juga harus disertai rambu tata kelola agar manfaatnya nyata bagi sektor riil dan konstitusi tetap terjaga,” tegas Haidar Alwi.

Pendapatan Baru dan Optimisme Ekonomi.

Menurut Haidar Alwi, strategi yang ditempuh Purbaya membuka peluang besar bagi negara untuk mengoptimalkan dana yang selama ini hanya mengendap di Bank Indonesia tanpa menghasilkan imbal hasil.

Baca Juga :  Haidar Alwi: Indonesia Bisa Jadi Pengemis Teknologi di Masa Depan Jika Gagal Mengelola Logam Tanah Jarang

Dengan menempatkannya di bank umum, negara bukan hanya memperoleh tambahan pendapatan bunga, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa setiap rupiah harus bekerja lebih produktif untuk kepentingan rakyat.

Haidar Alwi menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kemandirian fiskal.

Negara yang berdaulat harus mampu mengelola likuiditasnya secara cerdas, bukan sekadar membiarkannya diam di neraca.

Haidar Alwi menyebut, strategi ini bisa menjadi game changer bila dirancang dan dieksekusi dengan baik.

“Kebijakan ini adalah gebrakan yang menandai babak baru fiskal kita. Negara mendapat bunga, bank memperoleh likuiditas tambahan, dan sektor riil berpeluang lebih besar mendapatkan kredit produktif. Semua pihak mendapat energi baru,” jelas Haidar Alwi.

Baca Juga :  Haidar Alwi Tegaskan Legalitas Tambang Rakyat Adalah Jalan Tengah Antara Hukum dan Keadilan Sosial

Dengan kapasitas fiskal yang diperkuat, pemerintah juga memiliki ruang lebih besar untuk mendukung program prioritas: memperkuat ketahanan pangan, memberi subsidi tepat sasaran, membangun infrastruktur strategis, hingga menopang UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.

Menurut Haidar Alwi, dana yang tadinya tidak bergerak kini bisa menjadi mesin pertumbuhan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

Rambu Tata Kelola dan Peran Bank Indonesia.

Meski optimis, Haidar Alwi tetap mengingatkan bahwa setiap inovasi membutuhkan rambu yang jelas. Haidar Alwi menyoroti bahwa permintaan bunga 4 persen harus diimbangi dengan desain instrumen yang fleksibel agar tidak membebani perbankan.

Tanpa desain itu, bank akan tertekan oleh biaya dana tinggi dan sulit menurunkan bunga kredit bagi UMKM.

Ada beberapa saran yang ia ajukan:

Baca Juga :  Haidar Alwi Beberkan Alasan Mendukung Penambaham Anggaran Polri

1. Tiered rate: bunga fleksibel, di mana porsi dana yang disalurkan ke sektor produktif mendapat bunga lebih rendah.

2. Holding period jelas: ubah sifat on call menjadi tenor minimal 3-6 bulan agar bank berani menyalurkan kredit jangka menengah-panjang.

3. Koordinasi elegan dengan BI: kebijakan fiskal tidak boleh menimbulkan kesan intervensi yang mengurangi independensi bank sentral.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *