Aksi Demo HANTU Sumsel: Wali Kota Palembang Ratu Dewa Diduga Terlibat Fee Proyek Pendidikan Rp84 Miliar

Otonominews
Aksi Demo HANTU Sumsel: Wali Kota Palembang Ratu Dewa Diduga Terlibat Fee Proyek Pendidikan Rp84 Miliar
Aktivis HANTU Sumsel saat demo di Kejaksaan Agung. (Foto: Jaringan PWMOI)
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Sekitar 100 anggota Himpunan Anak Perantau Bersatu Sumatera Selatan (HANTU Sumsel) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (19/9/2025). Aksi dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti perantau dari berbagai daerah di Jabodetabek.

Massa menuntut agar Walikota Palembang, Ratu Dewa, diperiksa terkait dugaan penerimaan fee proyek pengadaan peralatan sekolah SD dan SMP Kota Palembang senilai Rp 84 miliar pada Anggaran 2025. Dugaan fee yang diterima disebut mencapai belasan miliar rupiah, yang berpotensi merugikan anggaran pendidikan serta menurunkan kualitas layanan sekolah.

Baca Juga :  Berlangsung Sampai 10 Juli 2025, Hari Ini PMB 2025/2026 DKI Jakarta Resmi Dibuka

Koordinator aksi, Charlie Antoni, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk upaya menegakkan keadilan dan memastikan transparansi dalam pengelolaan anggaran pendidikan. “Dugaan penyalahgunaan anggaran ini berdampak pada ribuan siswa di Palembang, sehingga proses hukum harus segera dijalankan,” kata Charlie saat berorasi.

Charlie menambahkan bahwa pihaknya memiliki bukti kuat terkait dugaan fee yang melibatkan Walikota Ratu Dewa. Bukti tersebut, menurutnya, akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti secara transparan dan akuntabel. Ia menegaskan, “Jika tidak direspons aksi ini, kami akan turun kembali dengan jumlah massa yang lebih besar.”

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *