Selama empat sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi yang mencakup: a) pemahaman EQ yaitu daya kesadaran diri, daya memotivasi diri, daya empati, dan daya kolaborasi; b) pemahaman sanitasi diri; dan c) pemahaman digital marketing.
Pemateri terdiri dari para dosen di Universitas Islam As-Syafi’iyah yaitu Lembaga Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Fakultas Teknik (Prodi Informatika), yang memberikan pengetahuan dan keterampilan secara mendalam kepada para pengurus bank sampah di 4 RW tersebut.
Pada akhir pelatihan, post-test menunjukkan hasil yang menggembirakan, yaitu peningkatan kapasitas EQ para pengurus Bank Sampah di 4 RW Kelurahan Kampung Melayu sebesar: 28% yang meliputi peningkatan: daya kesadaran diri; daya pengaturan diri; daya memotivasi diri; daya empati; dan daya kolaborasi; b).
Sedakan peningkatan tingkat pemahaman Sanitasi Diri para pengurus Bank Sampah sebesar: 41%; dan peningkatan tingkat pemahaman Digital Marketing para pengurus Bank Sampah sebesar: 23%.
Rata-rata skor hasil pengukuran EQ para pengurus Bank Sampah setelah mengikuti pelatihan masuk katagori sangat tinggi = 203 (batas minimal skor sangat tinggi = 200).
Hasil pendapat peserta pelatihan ‘Penguatan EQ, Sanitasi Diri & Digital Marketing’ atas penyelanggaraan Pelatihan dinilai “baik” (skor = 4,43).
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas para pengurus Bank Sampah atas EQ, Sanitasi Diri dan digital Marketing sehingga berimplikasi pada produktivitas pengelolaan Bank Sampah di 4 RW tersebut menjadi lebih optimal dengan wilayahnya menjadi lebih ‘bersih dan sehat,” harap Iffah Budiningsih.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






