Sementara itu, Ketua Yayasan doctorSHARE, Tutuk Utomo mengungkapkan bahwa dukungan PIS memungkinkan pelayanan yang penuh tantangan di Raja Ampat terlaksana dengan baik.
Letak geografis Raja Ampat, lanjutnya, memang menyulitkan proses pelayanan, mulai dari kasus darurat yang tidak bisa cepat dirujuk ke RSUD karena terbatasnya transportasi laut, hingga faktor cuaca yang kerap menghambat kapal bersandar.
“Kami berharap inisiatif ini bisa ditiru pihak lain agar akses layanan kesehatan di daerah 3T semakin kuat,” jelasnya.
RSK Nusa Waluya II dilengkapi fasilitas medis lengkap seperti poli umum, spesialis, gigi, kesehatan ibu dan anak, IGD, ruang bersalin, laboratorium, USG, EKG, rontgen, hingga bank darah.
Dari total penerima manfaat, 2.903 orang mendapat layanan poli, sementara 1.106 lainnya mengikuti promosi kesehatan.
Operasi layanan ini melibatkan 31 tenaga medis dan 14 relawan, termasuk spesialis bedah, anestesi, kandungan, penyakit dalam, hingga penata anestesi.[Zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











