Haidar Alwi: Membongkar Sesat Pikir Ferry Irwandi soal Reformasi Polri

Otonominews
Haidar Alwi: Membongkar Sesat Pikir Ferry Irwandi soal Reformasi Polri
120x600
a

Selain itu, seruan “reformasi total” yang digembar-gemborkan tidak pernah disertai konsep. Tidak jelas reformasi seperti apa yang dimaksud, siapa yang akan menjalankannya, dan bagaimana menjamin keamanan negara tidak lumpuh saat transisi.

“Rombak total tanpa konsep hanyalah retorika emosional yang bisa menimbulkan kegaduhan, berbeda dengan Polri Presisi yang memiliki arah, langkah nyata, dan bisa diuji dengan fakta. Bangsa besar membutuhkan kritik yang tajam, bukan semboyan kosong yang justru merusak kepercayaan publik,” kata Haidar Alwi.

Haidar Alwi mengingatkan, bahaya dari narasi kosong ini adalah melemahkan wibawa Polri. Jika masyarakat terpengaruh, aparat bisa ragu bertindak, kepercayaan publik runtuh, dan ruang kejahatan terbuka lebar.

Pada 2023, Polri berhasil mengungkap lebih dari 45.000 kasus narkotika di seluruh Indonesia, sebuah bukti konkret betapa pentingnya peran Polri menjaga generasi muda dari kehancuran.

Baca Juga :  Kapolri Raih Penghargaan Kerajaan Malaysia, Haidar Alwi: Prestasi dan Dedikasi Jenderal Sigit Diakui Dunia

“Melemahkan Polri sama saja membuka pintu rapuhnya negara. Terorisme, narkotika, perdagangan orang, hingga kejahatan siber akan semakin leluasa bila institusi keamanan kita dihantam narasi tanpa dasar. Inilah yang harus disadari publik, bahwa yang dipertaruhkan bukan sekadar citra, melainkan masa depan bangsa,” jelas Haidar Alwi.

*Kritik Sehat, Solusi Realistis.*

Haidar Alwi menegaskan bahwa kritik terhadap Polri tetap sangat diperlukan. Namun kritik harus proporsional, berbasis data, dan diarahkan pada solusi. Kritik yang sehat bukan dengan menyapu bersih seolah Polri tidak pernah berubah, melainkan dengan menunjukkan kelemahan yang nyata agar bisa diperbaiki.

“Kritik itu sehat bila diarahkan dengan obyektivitas, bukan dengan generalisasi yang menyesatkan publik. Polri memang belum sempurna, tetapi ada banyak capaian yang membuktikan lembaga ini terus berbenah,” tegas Haidar Alwi.

Baca Juga :  OCCRP Dinilai Merendahkan Martabat Bangsa, Haidar Alwi: Presiden Prabowo Harus Protes Pemerintahan Belanda

Haidar Alwi mencontohkan capaian Polri yang jarang terangkat: pengungkapan jaringan terorisme, penindakan perdagangan orang lintas negara, digitalisasi layanan kepolisian, hingga penerapan restorative justice untuk perkara ringan. Semua itu bukti bahwa Polri tidak diam, melainkan terus beradaptasi.

“Kalau benar ingin membenahi Polri, mari lakukan dengan kritik berbasis data, kawal agenda Presisi agar makin kuat, dan beri masukan yang membangun. Seruan kosong yang menyesatkan justru menambah kebingungan publik dan merugikan bangsa,” kata Haidar Alwi.

Sebagai penutup, Haidar Alwi kembali menyinggung nama Ferry Irwandi agar publik tidak keliru memahami siapa yang sedang diluruskan pandangannya. Ia menegaskan, bangsa ini membutuhkan Polri yang kuat, berwibawa, dan terus berbenah, bukan Polri yang dilemahkan oleh provokasi politik.

Baca Juga :  Haidar Alwi: Waspada Operasi Adu Domba Memecah Belah Anak Bangsa

“Bangsa besar bukan yang menghancurkan lembaganya sendiri, melainkan yang membangunnya dengan kepala dingin dan hati jernih. Publik jangan mau digiring dengan emosi, tetapi mari menilai Polri dengan obyektif dan cerdas, karena keamanan negara adalah syarat utama keberlangsungan hidup kita bersama,” pungkas Haidar Alwi.[Sah]

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *