Lebih jauh, Puan memaparkan DPR sedang menjalani proses transformasi kelembagaan, salah satunya melalui digitalisasi untuk meningkatkan transparansi. Seluruh laporan kegiatan dan rapat kini sudah tersedia secara terbuka di situs resmi DPR.
“Kami berkomitmen untuk bertransformasi. DPR harus menjadi lembaga yang lebih terbuka, aspiratif, dan akuntabel. Fokus kami adalah meningkatkan kualitas legislasi dan memperluas partisipasi publik yang bermakna dalam penyusunan undang-undang,” ujar Puan.
Sementara itu, Siti Zuhro dari Majelis Mujadalah Kiai Kampung menekankan perlunya DPR menjadi lebih partisipatif dan tidak elitis. Menurutnya, komunikasi dua arah dengan masyarakat hingga ke tingkat lokal mutlak diperlukan.
“Kami berharap DPR bisa menjalankan fungsi representasi sekaligus pengawasan dengan efektif. Jangan lagi meleset dari amanah rakyat,” tegasnya.
Dialog yang berlangsung selama sekitar dua jam itu turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya KH Marsudi Syuhud (MUI/NU), mantan Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi, serta pakar komunikasi Effendi Gazali. Dari pihak DPR, Puan hadir bersama Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











