*Geopolitik: Peluang dalam Rivalitas Global.*
Indonesia berada di tengah rivalitas besar antara Amerika Serikat dan Tiongkok, terutama dalam energi terbarukan. Kedua negara membutuhkan nikel Indonesia sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Di sinilah posisi Indonesia menjadi sangat strategis.
Membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat bukan berarti meninggalkan Tiongkok. Sebaliknya, ini adalah bagian dari strategi agar Indonesia tidak bergantung pada satu pihak. Dengan langkah yang tepat, Indonesia bisa memosisikan diri sebagai penentu arah dalam transisi energi global.
*“Indonesia tidak boleh menjadi sekadar arena perebutan. Indonesia harus berdiri sebagai poros yang menentukan, dengan diplomasi yang elegan dan bermartabat,”* jelas Haidar Alwi.
Sebagai anggota ASEAN dan bagian dari Global South, Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan geopolitik dunia. Keberanian mengambil posisi independen akan membuat Indonesia semakin dihormati.
*Solusi dan Jalan Kebangsaan.*
Menurut Haidar Alwi solusi untuk bangsa ini jelas dan terukur. *Pertama,* mempercepat pembentukan badan khusus mineral strategis untuk mengawasi dan mengamankan aset bangsa. *Kedua,* memperkuat koperasi tambang rakyat sebagai instrumen agar kekayaan alam dinikmati rakyat. *Ketiga,* memastikan kontrak proyek besar diumumkan secara terbuka sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi.
*“Dengan cara ini, rakyat bukan lagi penonton, melainkan pemilik sah kekayaan negeri,”* kata Haidar Alwi.
Haidar Alwi juga menekankan bahwa diplomasi Indonesia harus selalu elegan: tegas membela kepentingan nasional, tetapi tetap menjaga hubungan baik dengan mitra internasional. Itulah jalan untuk memastikan pembangunan berjalan dengan damai sekaligus bermartabat.
*“Diplomasi bukan berarti tunduk. Diplomasi berarti cerdas menjaga martabat bangsa di tengah persaingan global,”* tegas Haidar Alwi.
*Optimisme untuk Negeri.*
Optimisme tetap menjadi fondasi. Dengan kekayaan alam yang melimpah dan penduduk yang produktif, Indonesia memiliki modal besar untuk memimpin transisi energi dunia.
Pemerintahan Prabowo Subianto punya kesempatan emas untuk mencatat sejarah sebagai pemimpin yang mengangkat martabat bangsa, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di mata dunia.
*“Masa depan Indonesia ada di tangan kita. Hanya dengan persatuan, kedaulatan, dan kepemimpinan yang visioner, bangsa ini akan berdiri tegak di hadapan dunia,”* pungkas Haidar Alwi.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed









