Haidar Alwi: Filosofi Prabu Siliwangi Menjawab Tantangan Moral Bangsa

Otonominews
Haidar Alwi: Filosofi Prabu Siliwangi Menjawab Tantangan Moral Bangsa
Ir. R. Haidar Alwi, MT.
120x600
a

*”Filosofi Sunda harus dipahami sebagai energi moral untuk membangun bangsa yang rukun, damai, dan penuh toleransi,”* jelas Haidar Alwi.

*Simbol Prabu Siliwangi: Ketenangan dan Integritas.*

Warisan Prabu Siliwangi kemudian memadat dalam simbol-simbol besar yang hingga kini tetap relevan. Harimau atau Maung misalnya, dipilih sebagai lambang manusia unggul. Ia gagah, mandiri, tidak pernah kecewa meski gagal berburu, dan tetap tenang menghadapi keadaan.

Bagi Haidar Alwi, Harimau adalah cermin spiritual. Ia mengajarkan ikhlas, sabar, dan keberanian menghadapi tantangan. Di sisi lain, Prabu Siliwangi juga mewariskan simbol Kujang. Senjata khas ini bukan sekadar pusaka, melainkan lambang moral: kukuh karena janji.

Baca Juga :  Haidar Alwi Ingatkan Gelombang Kontra-Hak Angket Jauh Lebih Besar

Keduanya, Maung dan Kujang, adalah pengingat bahwa manusia unggul harus berani sekaligus teguh memegang janji. Itulah kunci integritas sejati.

*”Indonesia membutuhkan lebih banyak Maung: manusia unggul yang kukuh pada janji, berani menjaga persatuan, dan siap merangkul perbedaan dengan toleransi,”* tegas Haidar Alwi.

*Relevansi untuk Indonesia Modern.*

Dalam pandangan Haidar Alwi, warisan nilai-nilai Prabu Siliwangi tidak boleh hanya menjadi cerita masa lalu. Ketika bangsa Indonesia menghadapi tantangan global, krisis moral, dan gempuran budaya asing, jawaban justru ada pada jati diri sendiri.

Baca Juga :  Revisi KUHAP Amputasi Kewenangan Polisi? Haidar Alwi: Berakibat Fatal Bagi Penegakan Hukum di Indonesia

Menjadi manusia unggul berarti setia pada janji, menolong sesama, berani menghadapi hidup, dan ikhlas menerima segala hasil. Nilai ini ada dalam budaya Sunda, tetapi sejatinya adalah warisan universal bagi seluruh bangsa.

*”Jika kita ingin Indonesia menjadi bangsa besar, jadilah Maung sejati: manusia unggul yang berani, ikhlas, penuh kasih, serta menjunjung tinggi toleransi,”* pungkas Haidar Alwi.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *