Pemprov Sumbar Tegaskan Dukungan Penuh untuk Geopark Ranah Minang Silokek jadi Warisan Dunia

Otonominews
Pemprov Sumbar Tegaskan Dukungan Penuh untuk Geopark Ranah Minang Silokek jadi Warisan Dunia
120x600
a

Geopark Ranah Minang Silokek sendiri dikenal sebagai kawasan yang menyimpan kekayaan geologi luar biasa. Bentang alam karst yang berusia lebih dari 350 juta tahun, formasi batuan purba, hingga warisan geologi bernilai tinggi menjadi daya tarik utama. Potensi hayati dan budaya lokal yang terintegrasi turut memperkuat kawasan ini sebagai kandidat UNESCO Global Geopark (UGGp).

Pada sesi pertama, dibahas persiapan Geopark Ranah Minang Silokek menuju UGGp. Hadir sejumlah narasumber, antara lain Vice President UGGp, Prof Ibrahim Komo dari Langkawi, Malaysia yang menekankan pentingnya pengelolaan geosite sebagai langkah awal pembangunan geopark. “Mengurus geosite jauh lebih murah dibanding mengurus geopark, tetapi ini fondasi penting,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Siapkan Hadiah Umrah Bagi Masyarakat Taat Pajak

Turut hadir pula Direktur SDEMP Bappenas, Togu Pardede, Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, Kepala Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN Iwan Setiawan, peneliti utama BRIN Hanang Samodra, serta Norzaini Azman dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Dari pihak Pemkab Sijunjung, hadir Sekda Zefnihan bersama sejumlah kepala OPD.

Dengan dukungan pemerintah provinsi dan pusat, Bupati Benny Dwifa berharap Geopark Silokek dapat menjadi ikon baru Sumbar di kancah internasional.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Skema Bantuan Rumah Korban Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi

“Kami ingin Silokek bukan hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark,” ujarnya.

Pemprov Sumbar menegaskan siap mendampingi langkah Pemkab Sijunjung. Kolaborasi multi pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga riset, kementerian, hingga mitra internasional diharapkan mampu memperkuat upaya pengajuan Geopark Ranah Minang Silokek ke UNESCO. (*)

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *