Konflik Akses Jalan di Mungka: Warga Terintimidasi, Pemerintah Daerah Bungkam

Konflik Akses Jalan di Mungka: Warga Terintimidasi, Pemerintah Daerah Bungkam
120x600
a

LIMAPULUH KOTA, OTONOMINEWS.ID  Sebuah konflik terkait akses jalan di Jorong Mungka Tengah, Nagari Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, mencuat ke permukaan dan menimbulkan keresahan di kalangan warga. Jalan yang diklaim sebagai “Jalan Nagari” oleh masyarakat setempat, kini terhalang oleh tindakan seorang warga berinisial IR, yang diduga menutup akses tersebut karena masalah internal keluarga.

‎Menurut pengakuan warga, IR salah seorang keturunan kaum yang diduga mempunyai sifat “iri hati” yang sudah mengakar kepada Dunsanak “Saporuk” tega menutup akses menuju rumah “etek nya”. Tindakan ini tidak hanya menyulitkan keluarga etek nya, tetapi juga berdampak pada aktivitas warga yang biasa menggunakan jalan tersebut menuju tanah lapang dan lahan pertanian.

Baca Juga :  DPD LEMTARI Lima Puluh Kota Gelar Pengukuhan dan Diskusi Panel Adat untuk Dorong Perda Hukum Adat

Konflik Akses Jalan di Mungka: Warga Terintimidasi, Pemerintah Daerah Bungkam

Puncak kekesalan warga terjadi saat perayaan HUT RI ke-80, ketika warga berduyun – duyun hendak melewati jalan tersebut tapi terhalang oleh tembok yang dibangun IR sejak sembilan bulan lalu. Seorang warga bahkan nekat meruntuhkan tembok tersebut menggunakan martil dan cangkul, namun IR kembali menutup akses jalan itu.

‎‎Kejanggalan muncul ketika Wali Nagari Mungka, Wali Jorong, Niniak Mamak, tokoh masyarakat, hingga warga Nagari Mungka terkesan “takut” terhadap IR. Diduga, hal ini disebabkan karena banyaknya kerabat IR yang memiliki posisi penting di perantauan.

Baca Juga :  Pengukuhan Lemtari Lima Puluh Kota Dihadiri Pejabat Daerah dan Tokoh Masyarakat

‎Perilaku IR yang jelas-jelas merugikan kepentingan umum ini menimbulkan pertanyaan tentang perlindungan hak-hak warga negara yang diatur dalam UUD 1945. Lebih ironis lagi, keluarga Uni Dasmainar, yang memiliki tujuh anak, merasa terancam dan terpaksa mengungsi ke Pakan Lasa Mungka selama sembilan bulan terakhir akibat tindakan IR.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *