“Kehadiran Pertashop bukan hanya memastikan pemerataan akses energi hingga pelosok desa, tetapi juga berpotensi menjadi sentra ekonomi lokal dengan memperluas layanan ke produk lain seperti LPG, pelumas, dan minimarket. Restuardy menegaskan, percepatan perizinan usaha Pertashop terus menjadi perhatian, meski masih ada kendala di daerah,” imbuh Restuardy.
Isu lain yang turut mengemuka adalah perlunya penyesuaian formula margin Pertamax agar pengusaha Pertashop tetap terdorong menjual dalam jumlah optimal.
Di samping itu, permasalahan kredit macet yang dihadapi pelaku usaha di sektor ini akan difasilitasi melalui koordinasi lintas kementerian dan DPR RI, sementara peningkatan armada distribusi Pertamina dinilai mendesak untuk menjamin ketersediaan pasokan ke pelosok daerah.
Restuardy Daud menegaskan bahwa penguatan UMKM di bidang energi dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. “Forum Munas SPRINDO Migas diharapkan tidak hanya memperkuat kolaborasi multipihak, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pemerataan energi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” tutupnya.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












