Ketimpangan Infrastruktur Maritim
1. Belum meratanya fasilitas pelabuhan dan kapal logistik membuat biaya distribusi barang antarpulau mahal.
2. Tol Laut sudah membantu, tapi implementasinya masih terbatas.
Kesejahteraan Nelayan
1. Nelayan tradisional sering hidup dalam kemiskinan karena keterbatasan teknologi, akses pasar, dan modal.
2. Harga ikan sering tidak stabil, sementara biaya operasional melaut tinggi.
Overfishing dan Degradasi Sumber Daya
1. Beberapa wilayah perikanan sudah masuk kategori tangkap berlebih (overfishing).
2. Jika tidak dikelola, bisa mengancam ketahanan pangan berbasis laut.
Pemanfaatan Energi dan Sumber Daya Laut yang Belum Optimal
1. Potensi energi terbarukan (ombak, arus, angin laut) sangat besar, tetapi belum tergarap maksimal
2. Eksploitasi minyak dan gas di laut sering menimbulkan konflik lingkungan.
Perubahan Iklim dan Kenaikan Muka Laut
1. Pulau-pulau kecil terancam tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut.
2. Perubahan iklim juga memengaruhi pola migrasi ikan dan cuaca ekstrem yang menyulitkan nelayan.
Tata Kelola dan Koordinasi Lintas Sektor
1. Banyak lembaga terkait laut (Kemenhub, KKP, TNI AL, Kemenko Marves), tetapi sering tumpang tindih kebijakan.
2. Perlu tata kelola maritim yang lebih terpadu dan efisien.
Dan banyak catatan lain terkait persoalan persoalan kelautan republik yang sedang merayakan ulang tahunya ke-80 ini. Dan kita telah menemukan sosok pejabat lain yang berani bersuara setelah Ratu Laut Indonesia purna tugas dari jabatan publiknya, Ibu Susi Pudjiastuti. Dia adalah Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara.
Oleh : Robi Maulana (Koordinator Progam Perkumpulan Penggerak Muda)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











