Dr. Hayu Prabowo menjelaskan, konsep EcoMasjid hadir sebagai solusi hijau yang menempatkan masjid tidak sekadar sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aksi iklim dan konservasi lingkungan. Menurutnya, masjid memiliki potensi besar menjadi pusat edukasi dan gerakan nyata bagi pelestarian alam.
“EcoMasjid bertujuan mengubah peran masjid menjadi lebih luas, dari sekadar ruang ibadah menjadi pusat kesadaran dan tindakan konkret dalam menjaga bumi. Di sinilah umat dapat belajar, berinovasi, dan bergerak bersama untuk kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Acara tersebut juga menjadi penutup kepanitiaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PJMI 2025, sekaligus membahas program strategis organisasi ke depan.
Wakil Ketua Umum PJMI sekaligus Ketua Panitia Rakernas, Aliyudin Sofyan, menyebut kegiatan berlangsung produktif dan menghasilkan kesepakatan penyelenggaraan HUT ke-14 PJMI, dengan puncak perayaan pada November mendatang.
“Semoga PJMI terus jaya dan memberi manfaat bagi agama, negara, umat, dan para anggotanya,” kata Aliyudin.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed









