Gandeng FKIP UIA dan DDII Jakarta, PJMI Bakal Bedah Buku Tentang Genosida Uyghur

Buku "Kolonisasi China Terhadap Dunia Islam dan Genosida Uyghur/blibli.
120x600
a

JAKARTA, Otonominews.id – Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) bakal menggelar bedah buku berjudul “Kolonisasi China terhadap Dunia Islam dan Genosida Uyghur” pada 16 Maret 2024 mendatang.

Kegiatan tersebut bekerja dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam As-Syafi’iyah dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta.

“Insyaallah kegiatan bedah bukunya akan berlangsung di Kampus 1 UIA Jatiwaringin, Pondok Gede. Kegiatan ini juga akan dibarengi dengan buka puasa bersama,” kata Ketua Umum PJMI H. Ismail Lutan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/3/2024).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bedah buku merupakan salah program organisasi sebagai wujud kepedulian terhadap perjuangan umat Muslim di belahan dunia lain.

“Buku ini menarik untuk dikritisi. Makanya kami membedah untuk mengetahui lebih dalam mengenai eksistensi dan problem Muslim Uyghur,” ujar Ismail Lutan.

Dijelaskan, isu Muslim Uyghur selalu mendapat perhatian dunia internasional. Karena tidak saja menyangkut eksistensi Muslim di sana tetapi juga umat Islam secara keseluruhan.

“Buku “Kolonisasi China terhadap Dunia Islam dan Genosida Uyghur” karya Abdulhakim Idris ini merupakan sebuah karya tulis yang penting untuk dipelajari dan dibahas lebih lanjut,” katanya.

“Isu kolonisasi dan genosida yang dialami oleh Uyghur di Xinjiang, China, merupakan masalah kemanusiaan yang mendesak untuk diperhatikan oleh masyarakat internasional,” tambah Ismail Lutan.

Sementara Dekan FKIP UIA DR. Misbah Fikrianto, MM, M.Si., sangat mengapresiasi bedah buku yang dilakukan oleh PJMI. Makanya, pihaknya, dengan senang hati bekerjasama.

“Program PJMI ini sangat bagus. Maka kami senang bekerjasama dengan mereka. Saya yakin bedah buku ini akan menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang Muslim Uyghur. Saya pun mengajak umat Muslim untuk mengikutinya,” tutur DR. Misbah.

Lihat Juga :  Sempat Ada Upaya untuk Membatalkan, Alhamdulillah Bedah Buku Genocida Uyhgur Akhirnya Tetap Terlaksana

Bedah buku yang dilanjutkan dengan buka bersama itu akan menampil pembicara Abdulhakim Idris. Abdulhakim Idris adalah penulis bukunya yang merupakan orang Uygur asli. Kemudian penerjemah buku Imam Sopyan. Yang ketiga wartawan senior, Sekjen Islamic Center Bekasi yang pernah mengunjungi Uyghur, Amin Idris. Peserta diskusi adalah wartawan, akademisi dan masyarakat umum.[***]

r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *