JAYAPURA, OTONOMINEWS.ID – Pasangan Cagub dan Cawagub Papua Mathias Fakhiri-Aryoko Rumaropen (MARI-YO) membantah keras tuduhan pasangan Benhur Tommy Mano–Constan Karma (BTM-CK) yang menyebut Bupati Keerom Piter Gusbager melakukan intervensi dan intimidasi pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua 6 Agustus 2025.
Sekretaris Koalisi MARI-YO Provinsi Papua, Apedius Mote, menegaskan seluruh proses PSU di Keerom berlangsung sesuai prosedur Komisi Pemilihan Umum (KPU), diawasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dihadiri saksi kedua kubu, dan mendapat pengamanan aparat.
“Tidak ada intervensi atau intimidasi seperti yang dituduhkan. Tuduhan ini hanya upaya mengacaukan proses PSU yang sudah berjalan dengan baik sampai penghitungan suara,” tegas Apedius kepada awak media, Jumat (8/8/2025).
Ia menilai pernyataan Tim BTM-CK yang disampaikan ke media hanya akan memicu ketegangan politik dan merusak kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












