Luwu Raya yang meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Kota Palopo merupakan wilayah operasi utama PT Vale di Indonesia. Namun, menurut Hasbi, kontribusi SDM lokal dalam struktur kepemimpinan strategis perusahaan masih sangat minim, bahkan nyaris tak ada.
Sebagai pemimpin organisasi diaspora terbesar dari Luwu Raya di Sulawesi Selatan, Hasbi mendorong agar PT Vale mulai membuka ruang bagi keterlibatan warga lokal dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan.
“Kalau memang jabatan direksi membutuhkan keahlian teknis yang spesifik, maka setidaknya ada ruang di jajaran komisaris bagi Wija to Luwu yang punya kapasitas. Jangan sampai daerah ini hanya jadi ladang eksploitasi tanpa representasi,” tegasnya.
Hasbi menegaskan pentingnya partisipasi dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya di tanah Luwu. Menurutnya, keterlibatan tokoh lokal di level komisaris akan menjadi simbol penghargaan dan itikad baik dari perusahaan terhadap masyarakat setempat.
Meski melayangkan kritik, Hasbi tetap menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru diangkat. Ia berharap di bawah kepemimpinan Bernardus Irmanto, PT Vale semakin menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan kontribusi nyata bagi masyarakat lokal.
“Kami ucapkan selamat bekerja kepada seluruh jajaran direksi dan komisaris, khususnya kepada Bapak Bernardus Irmanto. Semoga ke depan PT Vale bisa memberi kontribusi lebih besar, tidak hanya untuk negara tapi juga untuk masyarakat Luwu Raya yang selama ini menjadi tuan rumah,” pungkas Hasbi.
RUPS kali ini juga menjadi momentum penting bagi PT Vale untuk menegaskan arah kebijakan ke depan. Bernardus Irmanto menyatakan pihaknya berkomitmen melanjutkan praktik pertambangan terbaik, mendorong hilirisasi yang bertanggung jawab, serta menciptakan nilai bersama bagi bangsa Indonesia.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











