Kuburan China di Jatinegara Jadi Lokasi Mesum

120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Kuburan China atau TPU Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur dialihfungsikan secara ilegal oleh pasangan sejoli muda-mudi sebagai tempat mesum, bahkan kerap menjadi tempat transaksi birahi alias prostitusi.

Dalam video yang beredar di media sosial (medsos), pasangan mesum secara fulgar berbuat esek-esek di sebuah gubuk liar di area makam. Video itu pun viral sejak Minggu (27/7/2025).

Seorang warga sekitar bernama Kamso (46) yang dimintai keterangan oleh wartawan otonominews.com, Deman, mengatakan bahwa aksi mesum tersebut sudah berlangsung lama, namun petugas tidak mengambil tindakan apa-apa alias cuek.

Faktor lain yang membuat Pemakaman China ini dipakai lokasi endhoy adalah karena minimnya lampu penerangan di sekitar area pemakaman. Lokasi yang remang-remang membuat para penikmat hubungan intim makin liar melampiaskan nafsunya.

Hal itu ditambah parah oleh kurangnya pengawasan dari petugas Kepala Seksi (Kasi) Pemakaman pada Suku Dinas (Sudin) Pertamanan, Pemakaman, dan Hutan Kota.

“Sudah sering kejadian begitu di sini, kadang ketahuan hanya dikasi nasehat aja. Kalau tidak ditertibkan warga juga malu, resah sendiri jadinya. Ini kan bukan tempat untuk mereka begituan,” kata Kamso yang diwawancara di sekitar lokasi, Rabu (30/7/205)

Ia menambahkan, suasana makam yang sepi mulai dari pagi hingga malam hari sering dimanfaatkan sebagai tempat pacaran hingga perbuatan mesum.

“Biasanya sih pengamen dari luar main berbuat seenaknya di sini. Di sini juga kan ada gubuk ilegal, itu jadi pancingan juga buat mereka berbuat mesum,” Tambahnya.

Kamso menjelaskan, ada ratusan kepala keluarga (KK) yang tinggal di bangunan liar di sekitar area TPU Kebon Nanas.

“Kalau boleh tegas, pemerintah jangan ragu tindaklanjuti kayak gini. Tempat dipakai buat mesum segala macam ini sudah menyangkut moral, ga baik,” tegas Kamso.

Tempat pemakaman lain yang butuh perhatian petugas pemakaman adalah TPU Kober Kelurahan Rawa Bunga Jakarta Timur, dimana warga dengan enaknya menguasai lahan untuk membuat bengkel mobil serta bertempat tinggal. Hal ini menyebabkan kendaraan rombongan pengantar jenasah sulit mencari area parkir.

di gubuk liar itu sering berupaya menjadi calo pemakaman ke keluarga yang sedang berduka. Mereka biasanya meminta uang sebesar Rp3-5 Jt. Padahal peraturan pemerintah DKI Jakarta telah menggratiskan segala biaya pemakaman.

Warga berharap Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) segera melakukan penataan menyeluruh terhadap area pemakaman, mulai dari infrastruktur hingga pengawasan.

“Jadi bisa untuk mencegah kejadian yang tidak pantas, bisa mengembalikan kesakralan dan fungsi utama dari TPU, juga sebagai tempat peristirahatan terakhir yang layak dan terhormat,” Jalas Kamso. (OTN-Deman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *