Penerapan sistem ini membuka peluang besar dalam mendorong efisiensi belanja negara dan transparansi proses pengadaan. Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti kesiapan penyedia untuk memigrasikan produk ke sistem baru, peningkatan literasi digital pelaku usaha di daerah, serta harmonisasi dengan sistem keuangan pusat dan daerah.
Kepala LKPP Hendrar Prihadi menegaskan bahwa ICEF-IPFE 2025 menjadi forum penting untuk memperluas kontribusi UMKM dan penyedia lokal dalam sistem belanja negara berbasis digital.
“ICEF-IPFE 2025 menjadi ruang solusi bersama untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus memaksimalkan potensi digitalisasi pengadaan barang/jasa bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Prospek Pertumbuhan Ekonomi dan Peran ICEF-IPFE
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya N. Bakrie, menyatakan bahwa ICEF merupakan langkah nyata dalam memperkuat industri lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong peningkatan investasi dalam negeri.
“ICEF adalah langkah konkret untuk memperkuat industri lokal, menciptakan lapangan kerja, dan memperbesar investasi di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum IAPI Andi Zabur Rahman menambahkan bahwa IPFE, yang sejak 2014 telah menjadi forum profesional di bidang pengadaan, kini diperkuat dengan kolaborasi bersama Kadin Indonesia sebagai representasi pelaku usaha nasional. Kolaborasi ini diharapkan memperbesar dampak strategis ICEF-IPFE dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui penguatan rantai pasok dalam negeri, pemberdayaan penyedia lokal, serta peningkatan kapasitas SDM di bidang pengadaan.
Direktur Utama PT Satu Tujuan Event, Bambang Setiawan, menyampaikan bahwa ICEF-IPFE 2025 tidak hanya dikemas sebagai pameran, melainkan juga sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan UMKM.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta mendapatkan pengalaman yang edukatif, membuka peluang bisnis nyata, serta berkontribusi langsung dalam percepatan digitalisasi pengadaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.
Selama tiga hari penyelenggaraan, ICEF-IPFE 2025 akan menghadirkan rangkaian program seperti temu bisnis atau business matching, workshop teknis, bimbingan teknis, serta sertifikasi kompetensi di bidang pengadaan. Diskusi mendalam juga akan membahas enam sektor prioritas nasional, yakni: pangan dan ketahanan pangan, industrialisasi dan hilirisasi, pendidikan dan pengembangan SDM, kesehatan dan gizi nasional, digitalisasi dan teknologi, serta jasa konstruksi dan perumahan.
Dengan program yang komprehensif, ICEF-IPFE 2025 diyakini dapat menjadi katalis utama dalam akselerasi transformasi digital pengadaan, sekaligus penguatan ekonomi nasional berbasis produk dalam negeri menuju Indonesia Emas.[Zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











