Bintang menyebut Indonesia telah mengimplementasikan Konvensi Hak Anak (KHA) melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 dan Undang-Undang Perlindungan anak Nomor 35 Tahun 2014.
Pada bab III pasal 4 UU dijelaskan bahwa, hak anak meliputi Hak hidup, hak tumbuh berkembang, hak ikut berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan serta hak mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
“Anak sebagai generasi penerus masa depan, bagi PDI Perjuangan adalah sumber daya yang paling dibutuhkan oleh bangsa kita saat ini,” jelas Bintang.
Ia juga menyebut anak adalah pelopor dan penerus perjuangan untuk mewujudkan Indonesia Raya. Maka harus kita pastikan kesehatannya, pendidikannya, dan lingkungan tumbuh kembang yang baik sehingga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.
Hal ini sejalan dengan Tema HAN 2025 yakni “Anak Sehat, Cerdas, dan Berkarakter untuk Indonesia Raya”.
Bintang Puspayoga menyampaikan pesan penting Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan Unbroken Kids Alliance San Salvatore Vatikan Italia, dimana Bintang hadir mendampingi di acara tersebut.
“Masa depan dunia berada di tangan anak-anak, semua pihak memiliki tanggungjawab untuk menjaga masa depan anak,” kata Bintang menyampaikan pesan Megawati, dimana saat itu Bintang Puspayoga turut hadir mendampingi Megawati saat di Italia.
Selanjutnya Bintang mengungkap data BPS tahun 2022 bahwa Anak Indonesia yang berjumlah 30,73% dan menjadi sumber daya paling berharga dan pemegang masa depan Indonesia.
“Di tangan anak-anak kita saat inilah masa depan dan kemajuan bangsa kita pertaruhkan. Oleh karena itu kita mengharapkan calon pimpinan bangsa, anak-anak kita menjadi generasi emas yang cerdas, sehat, unggul, berkarakter, bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi,” paparnya.
Untuk mewujudkan amanat UU, Bintang mengatakan PDI Perjuangan mendorong para pihak baik pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga kemasyarakatan, dunia pendidikan, dan media massa untuk terus bersama-sama melakukan kerja-kerja aktif yang berimplikasi terhadap tumbuh kembang anak.
Salah satunya dengan melakukan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, termasuk dalam pemberian identitas, pengasuhan yang layak, layanan kesehatan dan jaminan sosial, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, serta mendapatkan perlindungan khusus menuju Indonesia Layak Anak.
Bintang menuturkan, PDI Perjuangan sebagai partai pelopor juga merancang dan melakukan program-program pemenuhan dan perlindungan anak melalui gotong royong tiga pilar partai dalam bentuk Rangkaian Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2025.
“Kegiatan ini adalah bentuk kehadiran dan komitmen Partai sebagaimana arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Sukarnoputri untuk semua kader wajib turun membangun bonding dengan rakyat, menagis dan tertawa bersama rakyat, terlibat langsung dalam berbagai penyelesaian persoalan rakyat termasuk di dalamnya adalah pesoalan pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagai generasi penerus masa depan bangsa,” tegasnya.
DI akhir sambutannya, Bintang Puspayoga menyampaikan pesan penting dan inspiratif.
“Jangan merasa sendiri, kami bersama anak-anakku semua, jadikan masa lalu sebagai pembelajaran, masa kini sebagai bekal mempersiapkan diri, dan masa depan adalah harapan untuk menjadi versi terbaik dalam diri anak-anakku semua,” tuntas Bintang Puspayoga.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











