Haidar Alwi: Dasco dan Arah Politik Rasional di Bawah Prabowo

Otonominews
Haidar Alwi: Dasco dan Arah Politik Rasional di Bawah Prabowo
Ir. R Haidar Alwi, MT.
120x600
a

Salah satu bentuk diplomasi rasional yang pernah ditunjukkan Dasco adalah inisiatif pertemuannya dengan berbagai tokoh lintas partai, termasuk pertemuan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Bagi Haidar Alwi, langkah ini bukan sekadar basa-basi politik, melainkan bentuk nyata dari kemampuan mengatur suhu agar tetap stabil. Politik penjembatan seperti ini penting untuk merawat demokrasi yang sehat di tengah ancaman fragmentasi elite.

*Kepemimpinan dalam Diam: Stabilitas Di Atas Segalanya.*

Haidar Alwi menggarisbawahi bahwa tidak semua pemimpin harus lantang bicara di depan umum untuk memiliki pengaruh. Justru, banyak keputusan strategis yang hanya bisa disepakati dalam suasana yang tenang, dalam forum yang tidak direkam kamera, dan melalui mediator yang dipercaya semua pihak.

Baca Juga :  Presiden Prabowo: Kemerdekan Palestina Butuh Langkah Nyata, Bukan Lagi Diskusi dan Resolusi

Di sinilah Dasco menunjukkan fungsinya sebagai political operator sejati. Ia bukan penjaga citra, melainkan penjaga ritme. Ia tidak menciptakan arus, tapi memastikan arus tidak meluap. Haidar Alwi menyebut peran semacam ini sebagai “penyeimbang nalar”, yakni kemampuan menjaga agar sistem tidak meluncur ke arah ekstremisme politik, baik kiri maupun kanan.

Terkait dinamika isu-isu yang muncul di parlemen, termasuk yang menyentuh tokoh-tokoh tinggi negara, Haidar Alwi menilai pentingnya ketegasan untuk memilah mana isu yang murni hukum, mana yang sekadar permainan politik. Di titik inilah, figur seperti Dasco dibutuhkan: bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memastikan proses berjalan berdasarkan akal sehat dan konstitusi.

Baca Juga :  Haidar Alwi Sentil Noel: Kritiknya ke Polri Tidak Sesuai Data dan Fakta

Haidar Alwi percaya bahwa arah politik rasional yang dibangun tanpa polarisasi hanya bisa tercapai jika pemerintahan Prabowo didukung oleh operator yang tenang namun visioner, seperti Dasco.

*Antara Panggung dan Mesin Politik.*

Haidar Alwi menyimpulkan bahwa demokrasi Indonesia tidak bisa hanya ditopang oleh tokoh-tokoh panggung. Dibutuhkan juga tokoh mesin, mereka yang tidak bersuara di permukaan, tapi menjaga semua tetap berjalan.

Dalam pemerintahan yang akan datang, Haidar Alwi berharap bahwa aktor-aktor senyap seperti Sufmi Dasco Ahmad mendapatkan ruang yang layak, bukan karena loyalitas politik, tapi karena kontribusi nyata terhadap stabilitas nasional.

Baca Juga :  Kawal Pidato Presiden Prabowo Agar Tak Berujung Sekedar Janji

*”Republik ini tidak dibangun oleh mereka yang paling banyak bicara, tetapi oleh mereka yang paling bisa menahan diri. Di tengah dunia yang bising, kita butuh penentu yang diam, tapi mengarahkan, dan itu ada pada diri Sufmi Dasco Achmad”,* pungkas Haidar Alwi.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *