“Saya menganggap bahwa yang perlu kita jaga sebenarnya hutannya. Dengan demikian, saya memutuskan tetap ada tiket masuk per orang. Rendah sekali sebenarnya, cuma Rp 3.000 per orang,” katanya.
“Parkirnya juga Rp3.000 untuk motor dan Rp 6.000 untuk mobil. Dengan retribusi tiket masuk ini, diharapkan kondisi hutan kota dapat tetap terjaga. Masyarakat bisa jogging dan sebagainya di sini,” tambah dia.
Setelah meninjau jogging track seluas 1,7 kilometer, Gubernur Pramono berencana merenovasi area amphitheater. Nantinya, sejumlah kegiatan kebudayaan dapat digelar di Hutan Kota Srengseng.
“Kita upayakan renovasi, mempercantik area ini, dan tentunya mengutamakan kenyamanan pengunjung,” pungkasnya.
Sebagai tambahan informasi, Hutan Kota Srengseng dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung, seperti area plaza, kantor pengelola, aula, musala, pos jaga, toilet, area pembibitan pohon, gazebo, area parkir, food corner, taman bermain anak, wall climbing, danau, amphitheater, dan pintu air.
Pengunjung dapat melakukan beragam aktivitas di Hutan Kota Srengseng, mulai dari berwisata, bermain bagi anak-anak, senam, jogging, panjat dinding, memancing, berkemah, syuting film, penelitian, pengamatan flora-fauna, kegiatan edukasi lingkungan, sesi foto prewedding, pesta pernikahan atau untuk acara seremonial lainnya.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












