JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masih melakukan kajian mendalam terkait rencana melepas saham Perumda PAM Jaya ke publik.
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya mencetuskan gagasan melakukan penawaran umum perdana (Initial Publik Offering/IPO) saham Perumda PAM Jaya.
Dengan melantai di bursa saham, PAM Jaya diharap mampu mengelola masalah air dengan baik, untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Jakarta.
Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masih ragu dan tak mau tergesa-gesa melakukan penawaran saham PAM Jaya ke pasar modal. Ia ingin kajian mendalam agar tidak salah langkah.
“Sekarang ini kita lagi kaji yang mendalam. Karena apapun, air ini kan berbeda. Air kan apapun harus bener-bener untuk kebutuhan masyarakat dan kita nggak mau sampai salah dalam persoalan itu,” Kata Pramono.
Menurut perhitungan awal, jika dilakukan IPO dengan melepas 20 persen saham, PAM Jaya berpotensi menghasilkan dana segar sekitar Rp6-8 triliun.
Namun perhitungan ini tidak didukung oleh DPRD DKI Jakarta bahwa IPO PAM Jaya meraih laba seperti diungkapkan, justru berpotensi merugikan publik, dengan target 100 persen akses air bersih di jakarta akan sulit tercapai.
Initial Public Offering (IPO), merupakan gagasan yang diciptakan oleh PAM Jaya itu sendiri, yang sangat disayangkan kenapa gagasan itu bergulir tanda payung hukum dan pada saat gagasan itu muncul pihak Pemprov DKI Jakarta baru mendorong ke Raperda dimaksud.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











