Ketika dikonfirmasi oleh awak media, pihak manajemen One Stadium melalui Erfan membenarkan bahwa perkataan tersebut memang dilontarkan oleh salah satu karyawannya.
Namun, ia enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai latar belakang terjadinya penghinaan tersebut dengan alasan tidak mengetahui duduk persoalan secara utuh. Pernyataan Erfan ini bukannya meredakan kemarahan, namun justru menambah kekecewaan insan pers.
Pemimpin Redaksi Perwirasatu.co.id, R. Satria Santika, menilai pernyataan yang dilontarkan karyawan One Stadium diluar kewajaran dan keji.
“Ungkapan ‘wartawan anjing’ bukan hanya bentuk pelecehan verbal, tapi penghinaan yang lebih kejam dari tebasan pedang. Ini bukan sekadar menyakiti perasaan, tapi juga merendahkan martabat seorang wartawan, dan sebagai harkat martabat manusia,” tegas Bro Tommy, sapaan akrabnya. Minggu (15/6).
Tommy juga menambahkan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum untuk menyikapi persoalan tersebut.
“Kita tidak anti kritik. Tapi penghinaan ini tidak bisa dianggap hal sepele. Ini tentang harga diri wartawan yang selama ini bekerja untuk kepentingan publik. Seharusnya karyawan itu bekerja profesional, siapapun pengunjungnya layani dengan baik dan sekalipun terjadi perselisihan, kata-kata itu tetap saja sangat tidak pantas dilontarkan.”ungkapnya
Saat audiens dengan menejer One Stadium, Tommy menyayangkan sikap keberpihakan oknum Anggota Polsek Garut Kota, yang saat itu dipanggil oleh menejer.
“Kata dia kalau kami naik berita maka akan dituntut, emang dia sebagai apa di One Stadium mau mengintervensi permasalahan antara wartawan saya dan karyawan One Stadium, kalau dia pemilik perusahaan wajar tapi dia kan aparat harusnya netral. Jangan menujukan keberpihakan,” tandas Tommy. (Jaringan PWMOI)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











