“Mereka sudah menunggu sejak pukul 07.00 pagi, tapi bis baru datang pukul 4 sore. Itu berarti mereka harus menunggu hingga delapan jam. Belum lagi tenda di Arafah yang juga bermasalah,” jelasnya.
Meskipun mengalami berbagai kendala, Saan mengapresiasi sikap para jemaah yang tetap sabar dan ikhlas menjalani ibadah. Namun ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan terus-menerus terjadi.
“Ini harus menjadi catatan serius. Kekurangan yang dialami jemaah harus dievaluasi secara menyeluruh agar tidak terulang pada musim haji berikutnya. Harus ada perbaikan teknis secara bertahap,” ujarnya.
Saan juga menyinggung komitmen Presiden RI Prabowo Subianto dalam mendorong perbaikan layanan haji. Ia menyebut, Presiden telah menunjukkan keberpihakan yang kuat kepada jemaah dengan upaya menekan biaya haji dan memaksimalkan pelayanan.
“Presiden ingin ibadah haji berjalan nyaman dan khusyuk, sehingga jemaah bisa meraih predikat haji mabrur. Maka seluruh penyelenggara haji harus bekerja keras dan punya kemampuan teknis untuk mewujudkan harapan tersebut,” tegas Wakil Ketua DPR RI itu.
Di akhir pernyataannya, Saan mengatakan para jemaah berharap pengalaman mereka menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan haji ke depan lebih baik dan tidak mengulang kekurangan yang sama.
“Jamaah sudah mengalami sendiri kekurangannya. Mereka tidak ingin jamaah berikutnya mengalami hal serupa. Maka harus ada perbaikan nyata dan menyeluruh,” tutupnya.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











