Gilbert mempertanyakan apa dasar Anies Baswedan meminjam uang untuk kegiatan Formula E yang kegiatannya saat itu belum dilaksanakan, namun sudah terbayar oleh pihak Bank.
“Ini menjadi pertanyaan saya, apa dasarnya dia meminjam uang, kan kegiatannya belum dilaksanakan, tapi uda dibayar,” Sambung Gilbert.
Kecolongan Bank DKI Jakarta terjadi lagi dengan peminjaman uang kepada Dirut Sritex, Iwan Lukminto sebesar Rp149 miliar. Bank DKI tetap menyetujui kredit kepada Sritex, padahal perusahaan tekstil itu memiliki risiko gagal bayar yang tinggi.
“Disampaikan bahwa PT Sri Rejeki Isman Tbk hanya memperoleh predikat BB-atau memiliki risiko gagal bayar yang lebih tinggi,” kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus), Abdul Qohar saat konferensi pers di kantor Jampidsus Kejagung, Jakarta, Rabu (21/5/2025).
“Padahal, seharusnya pemberian kredit tanpa jaminan hanya dapat diberikan kepada perusahaan atau debitur yang memiliki peringkat A,” ujar Qohar.
Selain itu, aset-aset milik Sritex juga tidak dijadikan jaminan dalam proses pemberian kredit tersebut.
Di sisi lain, salah seorang ASN DKI Jakarta (45) yang tidak bersedia namanya disebutkan, menuturkan, selaku ASN dia mengalami kesulitan saat mengajukan pinjaman karena banyak pertanyaan dan syarat yang harus dipenuhi, dan itupun uangnya tidak langsung cair.
“Saya sangat kecewa dengan pelayanan bank itu (Bank DKI), masa kita mau pinjam aja susah padahal kita pegawai, orang lain kok bisa (mudah pinjam uang) yang tidak punya kewajiban di bank itu,” tandasnya. Senin. (26/5/2025). (dmn)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











