JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, menyampaikan kekhawatiran serius mengenai dugaan penyelundupan fakta dalam persidangan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.
Hal ini disampaikan Guntur Romli di sela-sela persidangan Hasto Kristiyanto dengan saksi Saeful Bahri, Rabu (20/5/2025). Ia membacakan siaran pers yang dititipkan oleh Hasto Kristiyanto untuk disampaikan kepada media massa.
Dalam keterangannya, Hasto Kristiyanto menyoroti beberapa poin krusial yang dianggapnya mengindikasikan adanya pelanggaran prosedur dan etika oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), khususnya penyidik Rossa Purbo Bekti.
Pertama, Hasto menyampaikan kekhawatiran atas intimidasi dan tekanan terhadap saksi-saksi non-penyidik atau non-penyelidik KPK. Kekhawatiran ini muncul setelah Guntur Romli melihat langsung saksi Saeful Bahri dikawal oleh penyidik KPK Rossa hingga depan ruang sidang.
“Kok bisa saksi yang harusnya dihadirkan oleh jaksa penuntut umum, tapi dikawal oleh penyidik langsung, oleh kasatgas langsung yaitu Rossa,” ujar Guntur Romli menirukan pernyataan Hasto.
Kedua, Hasto Kristiyanto membantah keterangan mantan komisioner KPU, Hasyim Asy’ari, yang mengatakan ia ikut pertemuan di Pejaten Village.
Hasto menilai aneh bahwa informasi tersebut baru disampaikan pada tahun 2025. Hasto menduga adanya tekanan terhadap Hasyim Asy’ari, terutama mengingat KPU sedang diselidiki terkait penyewaan private jet dan gaya hidup mewah.
“Bisa jadi pintu masuk tekanan terhadap Hasyim Asy’ari seolah-olah membuat keterangan yang sebetulnya tidak ada pada tahun 2019,” tambah Guntur Romli.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











