Gubernur Pramono Mengaku Tak Tahu Sekda Marullah Dilaporkan ke KPK

Gubernur Pramono Mengaku Tak Tahu Sekda Marullah Dilaporkan ke KPK
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung/dmn.
120x600
a

Di tambahkannya, proses pengaduan masyarakat tidak bisa disampaikan ke publik, selain perkembangan penyidikan akan disampaikan kepada pelapor.

“KPK juga tentu akan berkomunikasi dengan pelapor jika ada hal-hal atau informasi lain yang dibutuhkan,” tambah Budi.

Budi mengungkapkan, Marullah dilaporkan Wahyu Handoko yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov DKI Jakarta.

Dalam laporan tersebut disampaikan ada dugaan korupsi dan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Marullah, salah satunya adalah mengangkat putranya berinisial MFM yang ditunjuk sebagai tenaga ahli Sekda.

Baca Juga :  Jakarta dan Kuala Lumpur Resmi Jalin Kemitraan sebagai Sister City

Dalam tugasnya MFM diduga mengintervensi proyek Pemprov Jakarta dan Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD), serta mengatur pengelohan Asuransi Daerah.

Surat tersebut juga menyebutkan menantu Marulah yang berinisial FS yang diduga menjadi pejabat Pemprov DKI Jakarta.

Sementar itu, Wahyu Handoko membantah keras bahwa dirinya yang melaporkan Sekda Marulah Matali ke KPK. Ia mengklaim ada seseorang yang sengaja mencatut namanya dalam surat palsu yang tidak diketahui asalnya.

Baca Juga :  Selesai Dibangun dan Pastikan Kenyamananya, Pj Gubernur Teguh Tinjau Trotoar Tebet Berkonsep Complete Street

“Tidak, bukan saya yang melaporkan, benar nama saya dicatut,” ujarnya. Kamis. (15/5/2025).[dmn]

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *