PADANG,OTONOMINEWS.ID— Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, menegaskan bahwa peredaran narkotika merupakan ancaman serius bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) di daerah ini. Hal itu disampaikannya saat menghadiri konferensi pers pengungkapan kasus narkotika oleh Polda Sumbar di Mapolda Sumbar, Selasa (29/4).
Muhidi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan komitmen dalam memerangi peredaran narkoba demi menyelamatkan generasi muda Sumbar. Menurutnya, narkotika memiliki daya rusak yang tinggi dan berpotensi menghancurkan masa depan para calon pemimpin bangsa yang lahir dari ranah Minang.
“Jika peredaran narkotika dibiarkan, maka kita akan kehilangan generasi terbaik. Karena itu, seluruh lini mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, DPRD, hingga masyarakat harus memiliki visi yang sama untuk mempersempit ruang gerak narkoba di Sumbar,” ujarnya.
Ia juga mendorong perlunya kebijakan strategis lintas sektor dalam pemberantasan narkoba secara berkelanjutan. DPRD, kata Muhidi, siap memberikan dukungan melalui fungsi legislasi dan penganggaran.
“DPRD akan mendukung langkah-langkah pemberantasan narkoba, baik melalui regulasi maupun alokasi anggaran. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat,” tegasnya.
Muhidi turut menyampaikan apresiasi kepada Polda Sumbar atas konsistensinya dalam mengungkap dan menindak kasus narkotika. Ia menyebut, sinergi antara DPRD dan kepolisian selama ini terjalin baik, termasuk dalam penyusunan program-program pencegahan.
“Sebagai lembaga representatif rakyat, DPRD juga dilibatkan dalam berbagai program Polda Sumbar. Kami mendukung penuh setiap upaya pemberantasan narkoba demi masa depan daerah,” ujarnya.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed










