Karenanya, rangkaian kegiatan nasional sudah dilaksanakan sejak 22 Januari. My Esti Wijayanti, menjelaskan kegiatan perayaan Natal diisi oleh berbagai kegiatan seni dan kemanusiaan. Secara khusus, aksi-aksi kemanusian dilakukan untuk meringankan korban erupsi Gunung Lewotobi Flores Timur yang ‘bergejolak’ dalam setahun terakhir.
Beberapa aksi yang dilakukan seperti gotong royong merehabilitasi rumah, tempat-tempat ibadah seperti gereja dan masjid, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian obat-obatan, dan trauma healing bagi anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia (lansia).
Kata My Esti, kegiatan kemanusiaan ini sekaligus berbarengan dengan perayaan HUT ke-78 Ketua Umum Prof.Dr.Megawati Soekarnoputri.
“Ibu Megawati menyampaikan pesannya kepada kami tentang berbagi kasih dan meringankan beban sesama yang membutuhkan. Karena Natal bukan sekadar perayaan, tetapi tentang panggilan berbagi kasih, meringankan beban sesama, dan membangun harapan baru,” kata Mu Esty Wijayanti.
Puncak Perayaan Natal Nasional PDIP dilakukan di sebuah gereja di Desa Lewolaga, NTT, pada Minggu (26/1/2025). Lebih dari seribu warga dan tokoh masyarakat Flores Timur tampak hadir. Jajaran PDIP sendiri dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto. Ia ditemani oleh Ketua Panitia Natal Nasional PDIP My Esti Wijayanti, serta Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning.
Sejumlah Anggota DPR RI juga hadir seperti Aria Bima, Andreas Hugo Pareira, Harris Turino, Edoardud Kaizei, Nico Siahaan, hingga Elfonda Once Mekel. Sementara jajaran PDIP NTT hadir dipimpin oleh Ketua DPD PDIP NTT Emilia Nomleni.
Ketua Umum PDIP Prof.Dr.Megawati Soekarnoputri hadir secara daring. Ucapan Natal oleh Megawati disampaikan melalui sebuah video yang diputarkan untuk lebih dari seribu orang peserta acara tersebut. Sementara Ganjar Pranowo dan istri Atiqoh juga hadir ketika acara sudah berjalan.
Ia mengaku sangat senang bisa terlibat dalam perayaan Natal dan aksi-aksi solidaritas terhadap warga penyintas bencana Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Saya dan istri berbahagia bisa ikut hadir di sini, agar teman di pengungsian bisa merasakan penghiburan, agar mereka dibantu, dan agar mereka tak merasa sendirian, bahwa ada kita, ada bapak ibu yang menemani serta membantu mereka,” kata Ganjar Pranowo.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











