Belitung Timur Mantapkan Langkah Digitalisasi Perlinsos Lewat Audiensi, Sosialisasi, dan TOT

Belitung Timur Mantapkan Langkah Digitalisasi Perlinsos Lewat Audiensi, Sosialisasi, dan TOT
120x600
a

Agenda ketiga, berupa bimbingan teknis (TOT) kepada sekitar 50 agen yang hadir secara fisik, sementara lainnya mengikuti secara daring dari kantor masing-masing. Dalam sesi ini, Tim Komite menjelaskan secara detail kepada agen langkah-langkah yang akan mereka lakukan nantinya dalam membantu penduduk untuk registrasi ke portal Perlinsos, termasuk mendampingi warga yang belum memiliki perangkat digital atau literasi teknologi terbatas.

Melalui agen pula, inklusi program dapat ditingkatkan sehingga tidak ada masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial terlewat dari proses pendaftaran.

Dengan terselenggaranya tiga rangkaian kegiatan—audiensi, sosialisasi, dan TOT—Kabupaten Belitung Timur dinyatakan siap menuju tahap berikutnya, yaitu proses registrasi serentak yang akan dimulai awal Juni 2026 di 42 lokasi uji coba.

Baca Juga :  Kepri Dorong Inovasi dan Perlindungan Sosial dalam RKPD 2026

Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar mengatakan, sosialisasi yang dilaksanakan menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi seluruh pihak terkait dalam pelaksanaan program digitalisasi bansos. Menurutnya, penyamaan pemahaman penting dilakukan agar proses pendataan penerima bantuan sosial berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan data yang akurat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program digitalisasi bansos yang mulai diterapkan di daerah tersebut sebagai bagian dari pilot project nasional.

Baca Juga :  Kinerja Pelayanan Dukcapil Meningkat, Survei SKM Catat Nilai Kepuasan Publik 91,69

“Dengan sistem digitalisasi yang terintegrasi, diharapkan tidak ada lagi masyarakat miskin yang terlewat dari penerimaan bantuan sosial, serta tidak ada lagi penerima bantuan yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria,” ujar Khairil.

Khairil Anwar juga meminta seluruh agen pendamping, mulai dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga operator desa, untuk serius memahami teknis pendataan di lapangan serta mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat dalam pelaksanaan program digitalisasi bantuan sosial. “Ini sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar. Karena itu dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar program ini benar-benar berjalan maksimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Kepri Dorong Inovasi dan Perlindungan Sosial dalam RKPD 2026

Melalui program percontohan ini, pemerintah berharap data penerima bantuan sosial di Belitung Timur menjadi lebih akurat, sehingga penyaluran bansos dapat berjalan lebih tepat sasaran dan transparan.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *