Produk yang akan dipamerkan antara lain fesyen berbasis budaya Betawi seperti kebaya encim, batik Betawi, aksesori, produk kriya, elemen dekoratif bernuansa ondel-ondel, serta makanan ringan khas Betawi.
Melalui pameran tersebut, Jakarta ingin menghadirkan wajah ekonomi kreatif yang modern, kompetitif, dan tetap memiliki akar budaya yang kuat.
Wagub Rano menegaskan, Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh produk lokal agar mampu tampil lebih percaya diri di pasar internasional.
Menurutnya, ekonomi kreatif Jakarta tidak boleh berhenti sebagai produk lokal, tetapi harus naik kelas menjadi bagian dari rantai nilai global.
“Jakarta punya banyak produk kreatif yang bagus. Ada fesyen, kuliner, kriya, aksesori, sampai produk budaya Betawi yang memiliki karakter kuat. Tugas pemerintah adalah membuka jalan, mempertemukan pelaku kreatif dengan pasar yang lebih luas, dan memberi ruang agar produk lokal Jakarta bisa tampil di panggung dunia,” urainya.
Wagub Rano menambahkan, keterlibatan Jakarta dalam jejaring fesyen dan ekonomi kreatif global, baik melalui Paris Fashion Week, Milan Fashion Week, maupun promosi di ITPC Milan, merupakan bagian dari strategi besar menjadikan Jakarta sebagai kota global yang tidak tercerabut dari identitas budayanya.
“Jakarta ingin menjadi kota global, tetapi tetap membawa jiwanya sendiri. Produk Betawi, karya anak muda Jakarta, dan kreativitas warga kota harus ikut melangkah ke panggung internasional. Inilah cara kita merayakan Jakarta: bukan hanya dengan seremoni, tetapi dengan membuka pintu dunia bagi karya warga Jakarta,” pungkasnya. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed








