“Saya ini berteman dengan George W Bush, Presiden AS saat itu, tapi sikap politik kami berbeda, saya menolak serangan AS terhadap Irak tahun 2003 saat saya masih Presiden Indonesia,” kata Megawati.
Saat terjadi serangan 11 September 2001 ke World Trade Center di New York, Megawati juga menegaskan penolakannya terhadap terorisme tapi menolak mengaitkan terorisme dengan Islam.
“Saya presiden pertama yang datang ke AS setelah peristiwa 11 September bertemu Presiden Bush menyampaikan simpati saya dan mengutuk terorisme, tapi saya juga menyampaikan penolakan saya mengaitkan terorisme dengan ajaran Islam,” tegas Megawati.
Megawati Soekarnoputri menjelaskan menimba ilmu geopolitik dari Bung Karno dan menceritakan tentang Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila Bandung merupakan cikal bakal Gerakan Non Blok dan pidato Bung Karno “To Build the World Anew” di Sidang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mempromosikan Pancasila, anti imperealisme dan anti kolonialisme serta reformasi PBB.
KUAI Kedubes Irak merespon bahwa dia pernah belajar tentang hasil Konferensi Asia-Afrika di Bandung saat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Baghdad Irak dan sewaktu menjadi diplomat di Kantor PBB juga bersinggungan dengan tema reformasi PBB khususnya Dewan Keamanan (DK).
“Ternyata Bung Karno sudah melontarkan ide reformasi PBB di tahun 1960 melalui pidatonya, jauh sebelum pembahasan masalah reformasi PBB yang ramai dibahas sejak tahun 1993,” kata Al-Khalidy.
Pertemuan diakhiri foto bersama dan saling memberikan cindera mata. Megawati Soekarnoputri memberikan kenang-kenangan buku Bung Karno tentang Pancasila dalam edisi bahasa Inggris dan Pidato Bung Karno di PBB tentang “To Build the World Anew” serta Biografi Politik Megawati Soekarnoputri dalam bahasa Arab, juga miniatur Candi Borobudur dan kemeja tenunan Endek dari Bali.
“Harapan saya, kalau Yang Mulia memakai baju ini akan selalu ingat saya dan Indonesia,” kata Ibu Megawati sambil tersenyum.
“Tentu yang Mulia,” jawab Al-Khalidy juga tersenyum.
KUAI Kedubes Irak memberikan lukisan khas Irak yang menggambarkan arsitektur klasik daerah Al-Kadzimiyah di Baghdad Irak dan manisan khas Baghdad Irak yang disebut “al-manna wa salwa”.
Sejak terjadinya serangan AS dan Israel terhadap Iran, banyak duta besar negara sahabat yang menemui Megawati Soekarnoputri di kediamannya.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












