Nevi menegaskan perlunya pengawasan impor gula rafinasi yang lebih ketat, transparan, dan akuntabel, serta mendorong kebijakan yang mengharuskan importir gula rafinasi memiliki kebun tebu sendiri sebagai bagian dari integrasi hulu–hilir. Namun dia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut harus diikuti dengan pengawasan yang konsisten dan nyata agar produksi gula nasional bisa lebih mandiri dan tidak merugikan petani.
Nevi Zuairina menyoroti bahwa masalah gula nasional bukan hanya soal kekurangan pasokan, tetapi terutama soal manajemen tata niaga yang lemah yang membuat gula rafinasi masuk ke pasar konsumsi sehingga merugikan petani tebu dan menimbulkan distorsi pasar gula. (Ridwan/*)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






