Ia menjelaskan bahwa undangan telah disebarkan kepada lebih dari 200 lebih, baik yang berada di kampung halaman maupun perantauan, melalui berbagai media, termasuk media sosial dan pemasangan spanduk.
Lebih lanjut, Bedrizal juga mengungkapkan bahwa selama bulan Ramadan, Bundo Kanduang Suku Koto berhasil menghimpun infaq yang kemudian disalurkan kepada saudara kita suku koto. Sebanyak 70 paket bantuan telah diserahkan menjelang Hari Raya Idulfitri sebagai bentuk kepedulian sosial antar sesama.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Niniak Mamak Suku Koto, Angku M. Rajo Pangulu, S.H menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai halal bihalal menjadi wadah penting untuk memperkuat ikatan kekerabatan, terutama di tengah tantangan kehidupan modern yang membuat sebagian anggota keluarga berada di perantauan.
Menurutnya, ke depan perlu dilakukan evaluasi waktu pelaksanaan kegiatan agar dapat mengakomodasi lebih banyak kehadiran perantau, terutama dengan menjadwalkan acara lebih awal setelah Idulfitri.
“Momentum seperti ini sangat berharga bagi kita untuk berkumpul. Namun, kita juga harus menyesuaikan dengan kondisi dunsanak kita di rantau yang memiliki keterbatasan waktu. Perencanaan yang lebih matang akan membuat kegiatan ini semakin optimal,” ujarnya.
Kegiatan halal bihalal tersebut ditutup dengan tausiyah agama oleh Ustadz Hamdani, Lc., MA yang mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Idulfitri sebagai titik awal memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Persatuan Keluarga Besar Suku Koto semakin solid dan mampu menjadi wadah yang memperkuat nilai adat, agama, dan kebersamaan di tengah masyarakat
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






