Haidar Alwi ungkap Sistem Keamanan Energi: Polri Benteng Pertahanan Cyber dan Sabotase

Haidar Alwi ungkap Sistem Keamanan Energi: Polri Benteng Pertahanan Cyber dan Sabotase
120x600
a

Polri, Kapolri, dan Realitas Ancaman Hybrid Warfare Energi.

Ancaman terhadap energi kini berkembang jauh lebih kompleks. Dalam pola hybrid warfare, gangguan tidak selalu datang dalam bentuk serangan terbuka. Ia bisa muncul melalui sabotase, serangan siber, hingga manipulasi informasi yang memicu kepanikan publik.

Energi menjadi target utama karena sifatnya yang sistemik. Gangguan kecil saja dapat menjalar menjadi krisis luas yang memengaruhi ekonomi, sosial, bahkan stabilitas politik secara bersamaan.

Dalam menghadapi ancaman ini, Polri tidak lagi cukup bersikap reaktif. Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pendekatan keamanan bergerak ke arah yang lebih adaptif dan prediktif, berbasis deteksi dini dan mitigasi risiko.

“Ancaman modern tidak selalu terlihat. Ia bisa masuk melalui sistem, jaringan, bahkan persepsi publik. Ketika energi menjadi target, maka negara harus memiliki kemampuan membaca ancaman sebelum ia berubah menjadi krisis. Di situlah keamanan menjadi faktor penentu, bukan pelengkap,” tegas Haidar Alwi.

Baca Juga :  Haidar Alwi Dukung Komisi III DPRD Kaltim Perjuangkan Izin Pertambangan Rakyat

Dengan pendekatan ini, Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi menjadi bagian dari sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman non-konvensional.

Ilusi Stabilitas Energi dan Pentingnya Stabilitas Keamanan.

Di balik stabilitas harga BBM yang terlihat hari ini, terdapat tekanan fiskal yang tidak kecil. Negara pada dasarnya sedang menahan dampak agar tidak langsung dirasakan masyarakat. Stabilitas yang tampak di permukaan, dalam banyak hal, merupakan hasil dari kebijakan yang menunda tekanan, bukan menghilangkannya.

Masalahnya, tekanan yang ditahan tidak pernah benar-benar hilang. Ia akan tetap ada dan berpotensi muncul dalam bentuk yang lebih besar jika tidak dikelola dengan baik. Di titik inilah stabilitas keamanan menjadi sangat penting.

Baca Juga :  Catatan Haidar Alwi: Dari Medan Tempur Ke Medan Opini

Ketika tekanan ekonomi meningkat, potensi gangguan sosial ikut meningkat. Tanpa pengamanan yang kuat, tekanan tersebut dapat berkembang menjadi instabilitas yang lebih luas.

“Stabilitas energi hari ini bukan tanda bahwa tekanan tidak ada, tetapi tanda bahwa tekanan sedang ditahan. Oleh karena itu, negara harus memastikan bahwa ketika tekanan itu bergerak, stabilitas tetap terjaga. Dan di situlah peran keamanan, termasuk Polri, menjadi sangat krusial,” ungkap Haidar Alwi.

Energi adalah fondasi, dan keamanan adalah penjaganya. Negara yang mampu menjaga keduanya akan tetap stabil, bahkan di tengah tekanan global yang semakin kompleks.

Baca Juga :  Peran Polri, KUHP dan KUHAP Baru, serta Pengawasan Media di Era Banjir Informasi

“Keamanan energi adalah wajah baru kedaulatan bangsa. Ketika energi menjadi titik krusial, maka siapa yang mampu menjaganya, dialah yang menjaga negara tetap berdiri. Dalam konteks Indonesia hari ini, Polri memainkan peran itu secara nyata,” pungkas Haidar Alwi.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *