Sekda DKI Jakarta Gelorakan Optimisme dalam Misi Dagang dan Investasi antara DKI Jakarta dan Jatim

Sekda DKI Jakarta Gelorakan Optimisme dalam Misi Dagang dan Investasi antara DKI Jakarta dan Jatim
120x600
a

Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat kerangka kolaborasi regional yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada hasil.

Sekda Uus berharap, kegiatan ini melahirkan kerja sama yang saling menguntungkan. Ia mengimbau agar misi dagang mampu menghasilkan capaian terukur dan berkelanjutan, terutama dalam peningkatan volume perdagangan, perluasan jejaring usaha, serta aktivasi kerjasama sektoral yang konkret.

“DKI Jakarta berkomitmen menjalankan peran sebagai market stabilizer, financial hub, dan agregator nilai tambah dalam perdagangan domestik. Kolaborasi Jawa Timur dan DKI Jakarta diyakini memiliki efek pengganda terhadap stabilitas harga, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan daya saing nasional. Mari kita perkuat integrasi pasar dalam negeri sebagai fondasi ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kemendagri Siapkan Rencangan Tindaklanjut Isu Penyusunan RAD KSB

Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan misi dagang ini bukan sekadar transaksi jual beli komoditas, melainkan juga membangun ekosistem rantai pasok yang tangguh.

“Kita ingin memastikan apa yang dihasilkan petani, peternak, dan pelaku UMKM di Jawa Timur dapat terserap optimal di pasar Jakarta dengan harga stabil dan kualitas terjaga. Ini adalah upaya bersama untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat,” ungkapnya. (2/3/2026)

Baca Juga :  Wali Kota Jakarta Barat Terseret Sebagai Saksi Korupsi Dinas Kebudayaan Jakarta Rp150 Miliar

Gubernur Khofifah berharap kegiatan tersebut juga menjadi ruang negosiasi yang produktif sekaligus memberikan nilai tambah bagi produk Jawa Timur dan DKI Jakarta.

“Kolaborasi ini adalah wujud nyata semangat Mitra Praja Utama. Kita harus terus memperpendek rantai distribusi agar efisiensi ekonomi tercapai. Mari kita tunjukkan bahwa kekuatan ekonomi dalam negeri sangat tangguh jika kita saling mendukung,” tuturnya.

Sebagai informasi, Misi Dagang dan Investasi ini menampilkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Jatim, sekaligus dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antar pelaku usaha. Acara tersebut dihadiri 175 pelaku usaha dari berbagai sektor untuk membangun jejaring dan memperlancar arus informasi barang antara kedua provinsi. (OTN-Deman)

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *