Sekda DKI Jakarta Gelorakan Optimisme dalam Misi Dagang dan Investasi antara DKI Jakarta dan Jatim

Sekda DKI Jakarta Gelorakan Optimisme dalam Misi Dagang dan Investasi antara DKI Jakarta dan Jatim
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menghadiri Misi Dagang dan Investasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) di Hotel Menara Peninsula, Palmerah, Jakarta Barat.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat jejaring konektivitas antara Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jatim, guna mendorong pertumbuhan ekonomi antardaerah.

“Bagi DKI Jakarta, misi dagang merupakan instrumen strategis untuk memperkuat integrasi pasar dalam negeri, memperpendek rantai pasok, serta meningkatkan ketahanan ekonomi nasional berbasis kolaborasi antardaerah,” ujar Sekda Uus saat berbicara di acara tersebut, Senin (2/3/2026)

Baca Juga :  Kemendagri Siapkan Rencangan Tindaklanjut Isu Penyusunan RAD KSB

Menurutnya, kerja sama antardaerah diperlukan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan sinergi perdagangan dan investasi.

Ia menegaskan bahwa DKI Jakarta sebagai pusat konsumsi, jasa, keuangan, dan distribusi nasional, memiliki peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Uus mengatakan bahwa struktur ekonomi Jawa Timur didominasi industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.

“(Struktur ekonomi Jatim) ini menjadi basis pasokan utama bagi kebutuhan pasar Jakarta, karena Jakarta bukan daerah produsen, melainkan daerah konsumen. Karena itu, kehadiran Jawa Timur menjadi salah satu penopang kebutuhan warga DKI Jakarta,” jelasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Jakarta Barat Terseret Sebagai Saksi Korupsi Dinas Kebudayaan Jakarta Rp150 Miliar

Uus menyebut sinergi Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jatim memiliki rekam jejak positif. Pada 2021, kedua provinsi menyelenggarakan misi dagang yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama, dengan komitmen transaksi lebih dari Rp750 miliar melalui 103 transaksi dagang.

Selanjutnya, pada Juni 2025, kedua daerah menyepakati kerjasama prioritas di bidang ketahanan pangan, digitalisasi pelayanan publik, pariwisata, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (trantibum linmas), penanganan bencana, dan sosial melalui Fasilitas Mitra Praja Utama (MPU).

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *