Bangun Industri Otomotif Dalam Negeri
Menurut Sandri, beberapa produsen mobil nasional yang ada saat ini harusnya diberdayakan dan dimaksimalkan oleh Pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran.
Diantaranya mobil produk PT Pindad, Polytron, Kancil, serta kendaraan produk PT Mobil Anak Bangsa (MAB) yang melibatkan ahli lokal, anak kuliahan, serta lulusan SMK dalam negeri.
Jangan lupa, kata Sandri, Indonesia punya PT Pindad sebagai perusahaan calon mobil nasional (mobnas) seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo.
“Pindad memiliki kemampuan kok dalam memproduksi kendaraan nasional seperti yang dibutuhkan Agrinas. Jadi kami minta agar project impor ini dihentikan lah,” tegas Sandiri dengan nada kesal.
Waspada Gejolak Sosial
Tokoh muda berdarah Melanesia Maluku itu ogah menerima alasan pembenar melakukan impor mobil India. Bahkan ia mengingatkan jika rencana impor ratusan ribu roda empat India tidak distop, akan ada gejolak sosial di akar rumput.
“Tolong dicatat ya. Jika mereka-mereka ini memaksakan kehendak untuk tetap melanjutkan proyek ini, beli pikap India, maka kami akan demo besar-besaran, minta semua pihak yang terlibat agar dicopot dari jabatannya. Selesai semua,” kata Sandri sambil berdiri.
Sandiri secara khusus meminta para pejabat, khususnya para pimpinan di PT Agrinas untuk mawas diri. Jangan menjerumuskan Presiden Prabowo dengan kebijakan-kebijakan yang membuat rakyat murka.
“Kami akan demo, pecat semua pejabat yang tidak becus,” tuntas Sandri Rumanama.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





