Greenwich, yang menjadi acuan permulaan waktu di dunia, sengaja dipilih sebagai simbol saatnya bagi semua pihak untuk menanggalkan perbedaan, dan menyatukan niat serta ikhtiar membantu warga yang terdampak bencana, kata Shafa.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan dukungan penuh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terhadap penyelenggaraan konser amal ini.
“Ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas seniman serta artis muda Indonesia di Inggris terhadap musibah yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Melalui musik, para musisi berupaya menyuarakan empati kemanusiaan sekaligus menggalang dukungan nyata bagi masyarakat terdampak bencana,” ujar Fadli.
“Seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan empati lintas bangsa. Inisiatif para musisi muda Indonesia di Inggris ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap tanah air dapat diekspresikan melalui karya, kreativitas, dan solidaritas kemanusiaan,” kata Fadli.
Lebih lanjut, Fadli Zon berharap kegiatan seperti “Songs for Sumatera” dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia di berbagai belahan dunia untuk terus berkontribusi bagi bangsa melalui jalur kebudayaan.
Duta besar RI di London, Desra Percaya, menyambut baik dan mengapresiasi penuh inisiatif para talenta muda Indonesia yang berkarya di Inggris.
“Ini wujud nyata kepedulian dan solidaritas terhadap musibah banjir yang dialami oleh saudara-saudara kita di tiga provinsi di Sumatera, sekaligus menunjukkan kecintaan mereka terhadap Indonesia serta komitmen untuk terus mengharumkan nama bangsa melalui kreativitas seni dan kontribusi positif di kancah internasional, meskipun berada jauh dari tanah air,” kata Desra.
Desra mengatakan semangat kolaborasi dan keberanian untuk berkarya lintas batas yang ditunjukkan mencerminkan kualitas generasi penerus bangsa yang adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada masa depan.
Penggalangan dana konser kemanusiaan akan disalurkan melalui Human Aid Initiative UK, bekerja sama dengan Human Initiative Indonesia, yang sudah berpengalaman menjalankan berbagai program bantuan kemanusiaan di Indonesia dan sejumlah negara sejak 1999.
Direktur Human Aid Initiative, Mohamad Susilo, mengatakan pihaknya berterima kasih atas kepercayaan menjalankan program bantuan untuk anak-anak di kawasan terdampak bencana di Sumatera. Susilo menjelaskan dana dari konser ini akan dialokasikan untuk membangun kembali dan merenovasi unit-unit sekolah yang rusak, agar anak-anak bisa mengakses pendidikan secara aman dan berkelanjutan.
Tak kurang dari 110.000 warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terkena dampak banjir dan tanah longsor pada November lalu, merusak area permukiman dan prasarana umum, termasuk ribuan sekolah.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghampiri akun instagram kami @songsforsumatra atau menghubungi saudari, Nadya Mere (Production Manager) +44 7889 632550 dan saudara, Adit Marciano (Partnership & Social Media lead) +1 3123202411.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











