Gejala awalnya biasanya demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Kadang berkembang menjadi gangguan pernapasan dan radang otak (ensefalitis).
“Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala setelah kontak berisiko, ” tambah Ani.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, memastikan belum ada kasus penularan virus Nipah di Indonesia.
“Sejauh ini belum ada laporan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia,” ujar Murti.Murti.
Ia menjelaskan, surat edaran ini diterbitkan agar Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia bisa meningkatkan kewaspadaan.
Soalnya, Indonesia termasuk wilayah berisiko karena letak geografisnya yang dekat dan mobilitas yang cukup tinggi dengan negara bagian West Bengal, yang pernah mengalami kejadian luar biasa terkait virus ini. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












