“Jadi RDF ini terus terang kan dibangun bukan di era saya. Biayanya cukup tinggi. Kalau kemudian saya tutup, ini problemnya lebih rumit lagi, enggak mungkin,” ujar Pramono menjawab permintaan warga.
Pramono memutuskan menutup sementara operasional RDF untuk kesekian kalinya sampai persoalan bau teratasi. Menurutnya, persoalan utama RDF ada pada sistem pengangkutan sampah.
“Proses pengangkutan sampah di RDF Rorotan masih menggunakan truk yang tidak berstandar,” paparnya.
Dengan kondisi Truk Pengangkut sampah tersebut membuat air lindi sampah berceceran di jalanan permukiman, hingga meninggalkan bau tak sedap.
“Masalahnya adalah transportasi dan untuk itu saya sudah minta untuk dilakukan perbaikan,” ucapnya.
Pramono menjelaskan akan mengganti seluruh truk sampah dengan jenis compactor untuk mengatasi persoalan bau tersebut.
“Truk lama tidak saya tidak izinkan lagi untuk digunakan,” pungkasnya. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











