JAKARTA, otonominews.id — Banyak pemerintah daerah menyadari bahwa optimalisasi layanan administrasi kependudukan (Adminduk) sangat penting karena berbagai alasan mendasar yang secara langsung memengaruhi kesejahteraan masyarakat dan efisiensi pemerintahan. Itu sebabnya Bupati Konawe Selatan (Konsel), Irham Kalenggo, melakukan audiensi dengan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi.
Dalam audiensi tersebut Bupati Irham Kalenggo diterima Dirjen Teguh Setyabudi di Ruang Rapat Dirjen Dukcapil, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Pertemuan ini turut dihadiri Direktur Dafdukcapil Muhammad Farid, dan Direktur Bina Aparatur Dukcapil Erliani Budi Lestari dengan agenda utama membahas optimalisasi layanan Adminduk di Kabupaten Konsel.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Konsel periode 2025–2030, Irham Kalenggo, menegaskan komitmennya untuk memperkuat integrasi layanan Dukcapil dengan melibatkan pendekatan pelayanan yang terdesentralisasi, integrasi layanan digital, dan peningkatan kualitas interaksi petugas. “Kami berkomitmen untuk membawa layanan Adminduk lebih dekat kepada warga, bahkan hingga ke tingkat desa/kelurahan,” kata Irham.
Hal ini diwujudkan antara lain melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Konawe Selatan membuka gerai pelayanan di Mall Pelayanan Publik (MPP) demi memperluas jangkauan layanan, meliputi penerbitan Kartu Keluarga (KK) dan akta-akta pencatatan sipil. “Selain itu inovasi pelayanan bergerak atau ‘jemput bola’ sudah sering kami terapkan untuk melayani penduduk rentan atau yang berada di wilayah terpencil, memastikan semua warga mendapatkan dokumen kependudukan yang diperlukan,” jelasnya.
Pelayanan Adminduk juga sudah ditingkatkan pendelegasiannya di level kecamatan, dengan melatih petugas untuk bersikap ramah, sigap, dan melayani sepenuh hati, sehingga warga tidak perlu lagi jauh-jauh ke kantor kabupaten untuk urusan seperti pembuatan atau pengambilan KTP-el. “Kami ingin seluruh layanan kependudukan dapat diakses masyarakat selain di MPP, juga di kecamatan bahkan hingga desa/kelurahan, sehingga tidak lagi terpusat di satu titik. Prinsipnya, pelayanan harus dekat, cepat, dan mudah,” ujar Irham.
Dirjen Dukcapil menyambut baik berbagai langkah progresif tersebut. “Konawe Selatan menunjukkan semangat reformasi birokrasi yang nyata. Integrasi layanan hingga ke desa/kelurahan adalah wujud nyata pelayanan publik yang inklusif. Dukcapil pusat akan terus mendukung agar inovasi ini berjalan optimal,” kata Dirjen Dukcapil.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












