“Kalau bisa yang 1.000 itu kita upayakan semuanya dapat, dan kita harapkan bisa segera disalurkan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wabup Candra juga melakukan video call dengan Anggota DPR RI, Andre Rosiade, untuk melaporkan kondisi terkini di Saniangbaka. Dalam komunikasi tersebut, Wabup menyampaikan bahwa air Batang Saniangbaka telah empat kali meluap, sehingga penanganan darurat harus segera dilakukan sebelum pembangunan permanen dilaksanakan.
Dalam video call tersebut, Wabup Candra juga memperlihatkan kondisi Gedung MTsN Muhammadiyah Saniangbaka yang roboh, yang direncanakan akan dibongkar bekerja sama dengan PT Adhi Karya. Selain itu, Wabup menegaskan pentingnya pemasangan baju bronjong di lokasi rawan, karena jika tidak segera ditangani, material yang terbawa banjir berpotensi kembali menumpuk dan mengancam badan jalan serta rumah-rumah warga.
“Kalau ini tidak segera dipasang bronjong, material akan naik lagi ke jalan dan ke rumah warga saat banjir berikutnya,” ungkap Wabup Candra.
Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk terus melakukan koordinasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat maupun pihak swasta, guna mempercepat penanganan Batang Saniangbaka secara permanen demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.(Ridwan)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





