
Dalam forum tersebut, peserta membahas pentingnya kesejahteraan guru dan dosen yang tidak hanya terbatas pada peningkatan gaji dan tunjangan, juga mencakup kepastian karier, perlindungan kerja, pengurangan beban administrasi, serta dukungan pengembangan profesional berkelanjutan.
“Peningkatan kesejahteraan berbanding lurus dengan motivasi kerja, kinerja akademik, dan kualitas proses pembelajaran,” demikian dijabarkan oleh para pembicara.
Selain itu, diskusi juga menyoroti urgensi keberlanjutan program-program pendidikan yang telah berjalan dan terbukti memberikan dampak positif, seperti Program Kampus Merdeka.
Peserta sepakat bahwa keberlanjutan program pendidikan harus didukung oleh kebijakan yang konsisten, evaluasi akademik yang komprehensif, serta keterlibatan aktif guru dan dosen dalam setiap tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program.
Sebagai hasil diskusi, forum akademik KBM UNINDRA merekomendasikan agar institusi pendidikan berperan aktif sebagai mediator antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil tenaga pendidik.
Ditekankan pula perlunya pembentukan tim kajian untuk merumuskan usulan peningkatan kesejahteraan secara detail serta penyusunan peta jalan (roadmap) evaluasi dan pengembangan program pendidikan yang berkelanjutan.
Diskusi KBM UNINDRA ini diharapkan dapat menjadi kontribusi pemikiran akademik dalam mendorong terciptanya sistem pendidikan yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan tenaga pendidik sebagai fondasi utama peningkatan mutu pendidikan nasional.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











