Ia menyebut perencanaan perluasan jaringan Transjabodetabek ke 7 daerah penyangga, peningkatan penggunaan bus listrik dari 420 unit menjadi 10.047 pada 2030, serta pembangunan 300 Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru sebagai langkah konkret yang tengah berjalan.
“Kami sedang membangun kota yang lebih hijau, lebih bersih, dan lebih manusiawi—bukan hanya modern secara infrastruktur, tetapi juga berkelanjutan,” tegasnya.
Tak datang sendiri, Gubernur Pramono juga membawa sejumlah startup Indonesia untuk menunjukkan kekuatan ekosistem digital tanah air.
Di antaranya Crustea yang menghadirkan IoT untuk budidaya perikanan berkelanjutan; Indera Agri dengan precision farming; hingga Inspigo yang mengembangkan pendidikan AI on-demand.
Langkah ini menegaskan peran Jakarta sebagai bagian dari lanskap inovasi Asia. Gubernur Pramono juga menegaskan bahwa Jakarta bukan hanya konsumen teknologi global—kami juga produsen ide, talenta, dan inovasi dari Asia Tenggara.
Menutup pidatonya, Gubernur Pramono menyampaikan ajakan kolaborasi dan keberlanjutan hubungan kedua kota.
“Jakarta dan Berlin berbagi tantangan yang sama—mobilitas, perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan kesenjangan. Daripada berjalan sendiri, kita dapat menjadi contoh bahwa kota-kota dunia bisa bekerja bersama untuk mencari solusi, bukan sekadar kompetisi. Saya mengundang Berlin untuk hadir di Jakarta dan membangun masa depan bersama,” tuturnya. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











