58 Persen Pemilih Muda di Pemilu 2029, Sekjen PDIP: Bangun Peta Jalan Regenerasi Kepemimpinan

58 Persen Pemilih Muda di Pemilu 2029, Sekjen PDIP: Bangun Peta Jalan Regenerasi Kepemimpinan
120x600
a

Tidak hanya di bidang politik, PDIP Sulsel juga mendorong generasi muda untuk mengambil peran utama dalam membangun ekonomi regional. Hasto mencontohkan bagaimana usaha lokal bisa bersaing dengan raksasa global.

“Lihat Coto Makassar, ini bisa menggoncang jaringan makanan global. Atau Kopi Kenangan yang mampu bersaing dengan Raksasa Kopi Dunia. Ingat Kopi Tana Toraja telah mendunia,” ujarnya.

Di hadapan kader muda, Hasto menekankan bahwa kekuatan ekonomi masa depan ada di tangan mereka. “Zaman sekarang, yang kecil dengan strategi tepat bisa mengguncang kemapanan. Ini era dimana kalian bisa berdiri di atas kaki sendiri,” kata Hasto.

Baca Juga :  Ditulis Tangan oleh Hasto, Pleidoi 108 Lembar Dianggap Setara Disertasi

Menjawab kekecewaan generasi muda terhadap politik praktis, PDIP mengusung politik etis sebagai alternatif dari politik transaksional. Hasto pun mengutip nilai-nilai perjuangan Zohran Mamdani yang sukses memenangkan pilkada New York meski dengan dana terbatas.

“Kami tidak mendewa-dewakan uang dalam demokrasi. Yang kami butuhkan adalah kekuatan moral dan keberpihakan pada rakyat,” tegas Hasto.

Hasto menyiratkan PDIP memahami generasi muda yang lelah dengan politik uang, PDIP menawarkan jalan berbeda: politik berbasis nilai dan integritas, koreksi terhadap hegemoni kapital, serta pemberantasan praktik politik uang.

Baca Juga :  Rupiah Tertekan, Hasto Kristiyanto: Perlu Soliditas Pemerintah dan "Trust Building"

Ketua DPD PDIP Sulawesi Selatan Andi Ridwan Wittiri menekankan pentingnya soliditas internal sebagai modal menghadapi tantangan.

“PDI Perjuangan adalah partai ideologis, partai yang menjadikan Pancasila sebagai dasar ideologi, prinsip perjuangan, dan panduan dalam setiap langkahnya,” ujar Wittiri.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama Konferda adalah melahirkan struktur kepemimpinan yang solid, strategi partai yang terukur, dan program kerja yang menyentuh kebutuhan rakyat.

“Satu hal yang tidak boleh ditawar adalah soliditas—soliditas antara struktur partai, legislatif partai, dan eksekutif partai. Tidak boleh ada sekat, tidak boleh ada ego sektoral, tidak boleh ada kepentingan yang menggerogoti. Kita adalah satu barisan perjuangan dengan satu tekad: bekerja untuk rakyat,” tegasnya.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *