Hasto merinci perbandingan dana kampanye yang timpang. Mamdani hanya mengantongi sekitar 40 miliar dari donatur kecil, jauh dibandingkan lawan politiknya yang memiliki 350 miliar. Namun, Mamdani menang dengan menawarkan tiga nilai dasar: Keadilan Sosial, Anti-Oligarki, dan Organisasi Rakyat.
“Kampanye Mamdani sangat jelas: ‘We don’t need billionaires in our democracy’. Ini relevan bagi Indonesia saat politik uang dan oligarki makin menguat,” seru Hasto.
Berdasarkan inspirasi Mamdani dan pesan Megawati, Hasto mengumumkan strategi baru PDIP: “Kekuatan sejati dari politik bukanlah dana, tetapi pergerakan yang menyatu dengan kekuatan rakyat.”
Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan bertekad melawan narasi yang menempatkan uang sebagai penentu segalanya dalam demokrasi.
“Maka, strategi kita, arah baru PDI Perjuangan adalah menjadikan Rakyat Segalanya, mengatasi anggapan bahwa dana adalah segalanya,” pekiknya, disambut pekik “Merdeka!” dari para kader yang memadati lokasi Konferda.
Ia juga meminta agar kantor DPD dan DPC terbuka untuk semua kader, termasuk untuk ide dan kritik.
“Jangan kita menjadi partai feodal, jangan kita menjadi partai antikritik,” pesannya, menekankan pentingnya membangun peradaban politik berbasis rakyat kecil di akar rumput.
Ketua DPD PDIP Riau, Zukri, membenarkan strategi ini. Ia menegaskan, politik adalah alat untuk menyejahterakan rakyat.
“Kekuatan sejati dari politik adalah pergerakan. Kami berkomitmen membangun basis politik dari bawah dan memimpin dengan kerendahan hati,” ujar Zukri, menegaskan bahwa politik nilai akan menjadi fokus utama PDIP Riau.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











