2. AI Playground – fasilitas eksplorasi dan riset terapan,
3. AI Connect – jejaring praktisi, startup, dan pelaku usaha,
4. AI Hub – pusat pengembangan solusi AI lintas sektor.
Dalam kerja sama dengan UGM, kedua institusi akan memfokuskan riset pada sektor energi melalui implementasi sensor akustik pada jaringan serat optik bawah laut Telkom, serta mendorong hilirisasi inovasi kesehatan berbasis teknologi e-Tongue dan e-Nose.
Selain itu, UGM dan Telkom akan mengembangkan AI Learning Center, modul pembelajaran dasar AI, AI Conference, serta program AI Learning with Experts untuk memperkuat kompetensi talenta muda.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, berharap kolaborasi ini mampu melahirkan ekosistem AI yang lebih kuat di lingkungan akademik nasional. Ia menilai AI CoE dapat menjadi wadah strategis untuk menghubungkan berbagai universitas dalam mempercepat inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Telkom menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan sebagai digital telco dalam meningkatkan daya saing bangsa, mendorong digitalisasi pemerintahan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.
Melalui AI CoE, Telkom ingin memastikan riset akademik dapat diimplementasikan secara luas dan menghasilkan solusi AI yang relevan dengan kebutuhan nasional.[Zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












