‎Nurna Eva Karmila Tanggapi Aspirasi Masyarakat, Gandeng Dinas Perkuat Pendidikan Politik Perempuan di Sumbar

Otonominews
‎Nurna Eva Karmila Tanggapi Aspirasi Masyarakat, Gandeng Dinas Perkuat Pendidikan Politik Perempuan di Sumbar
120x600
a

‎BUKITTINGGI,OTONOMINEWS.ID_ Dalam upaya menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait peningkatan kapasitas perempuan dalam kepemimpinan dan politik, Anggota DPRD Sumbar, Nurna Eva Karmila, BSc, menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Sumbar untuk menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepemimpinan dan Pendidikan Politik bagi Perempuan di Hotel Rocky Bukittinggi, 14–16 September 2025.

‎Kegiatan yang diikuti 52 perempuan dari berbagai kabupaten/kota ini menjadi ruang strategis dalam mempersiapkan perempuan untuk terlibat lebih aktif dalam ruang publik, terutama dalam pengambilan keputusan dan proses politik.

Baca Juga :  Pariaman Selatan Dilanda Banjir Terparah, Warga Dusun Sampan Minta Perahu Karet untuk Evakuasi Cepat

‎Kepala DP3AP2KB Sumbar, Dr. Herlin Sridiani, M.Kes, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah pemerintah mendorong perempuan agar semakin percaya diri dalam memimpin, baik di ranah publik maupun dalam keluarga.

‎Dalam sambutannya, Nurna Eva Karmila menyampaikan pemaparan mendalam mengenai pentingnya memahami bahwa politik tidak hanya terjadi saat pemilu, tetapi hadir dalam kehidupan sehari-hari.

‎“Setiap kehidupan kita itu sebetulnya politik. Bahkan bagaimana mengelola keuangan keluarga merupakan bagian dari politik,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serahkan Bantuan UEP untuk Perkuat Kemandirian PSAA Aisyiyah Ampang

‎Eva menilai perempuan perlu memiliki cara pandang yang lebih komprehensif ketika berbicara tentang kepemimpinan.

‎“Berbicara perempuan, kita harus berpikir sebagai anggota dewan, dan juga harus berpikir sebagaimana semestinya perempuan. Berbicara tentang ketahanan keluarga dan kesetaraan dalam pelayanan,” jelasnya.

‎Eva menegaskan bahwa perempuan memiliki modal besar untuk berkontribusi dalam politik.

‎ “Kita diberikan kelebihan dan kekurangan. Maka dengan potensi rasa empati, kepemimpinan, dan kebijakan responsif gender, perempuan dapat berkontribusi besar dalam partai politik,” tuturnya.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *