OTONOMINEWS.ID – Telkom Group bersama PT Palapa Timur Telematika (PTT) mengadakan forum silaturahmi dan dialog terbuka dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Nabire untuk membahas permasalahan gangguan jaringan internet yang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Pertemuan yang berlangsung di L’Price Resto, Distrik Nabire tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Nabire Nancy Worabay, perwakilan Polda Papua Tengah Bahar Yusuf, serta sejumlah jurnalis lokal.
Kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat komunikasi publik sekaligus menjelaskan penyebab utama gangguan jaringan yang berdampak signifikan terhadap layanan internet seluler dan WiFi di Nabire dan sekitarnya.
Dalam pemaparannya, Telkom Group menjelaskan bahwa infrastruktur jaringan internet di wilayah Nabire dikelola bersama dengan Bakti Kominfo melalui PT Palapa Timur Telematika (PTT), dengan tiga jalur utama fiber optic, yaitu jalur laut Serui–Nabire, Manokwari–Nabire, dan jalur darat Timika–Nabire.
Sejak September 2025, dua jalur kabel bawah laut yakni Serui–Nabire dan Manokwari–Nabire mengalami kerusakan parah akibat longsor bawah laut dan aktivitas seismik. Akibatnya, hanya jalur darat Timika–Nabire yang masih berfungsi, membuat jaringan di Nabire berada dalam kondisi kritis karena tidak memiliki sistem cadangan.
Upaya Pemulihan dan Kendala Teknis
Telkom Group menegaskan bahwa pihaknya bersama PTT terus melakukan perbaikan di lapangan, meskipun menghadapi berbagai kendala. Jalur darat Timika–Nabire kerap terganggu akibat tanah longsor, aktivitas proyek eksternal, dan bahkan tindakan vandalisme. Dalam setiap kejadian, tim teknis Telkom dan PTT segera dikerahkan untuk memperbaiki kerusakan dengan dukungan aparat TNI dan Polri demi menjaga keamanan di lokasi.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed








